Karya: Jamaluddin Sulaiman

Bunga-bunga negeri remuk
Satu persatu, akarnya melepuh

Dahan-dahannya bersujud ke wajah petinggi Hindia Belanda untuknya harum disemerbakkan

Sangat sulit untuk bisa dibedakan mana yang mekarnya dari mata air suci zaman

Para pejuang berjuang, berteriak kemudian
Kepalsuan pun datang menyusupi meniru, berjuang, juga berteriak

Seperti benalu, datang dengan kekuatan sebiji kecil menumpang, tumbuh, membunuh pohon besar, mengelabui
menjadi sarang melata berbisa

Mensucikan jiwa keagungan haruslah memberanikan diri mencampakkan segala kepalsuan terlebih dahulu

Kebenaran itu bila bersedia berjalan melangkah bersama kejahatan maka kejahatanlah yang akan menang, 
Memukul kebenaran dengan kejujuran palsu

Loh Angen 17 Oktober 2020.[]

*Peminat sastra dan kebudayaan, menetap di Paloh Dayah, Lhokseumawe.