Karya: Jamaluddin Sulaiman*
Bunga yang terlambat mekar
Sang perindu berduka lara
Kursi Meuligoe Wali Nanggroe berguncang
Tiang-tiang masih terus polos dalam persengketakan
Dilempar ke jalanan politik yang sempit
Melintas di atas tengkorang-tengkorak silam
Berlomba mencapai istana raja asing di seberang meski berulang engkau dihancurkan
Duhai lentara-lentera yang api semangatnya berjilatan terang kecil diantara badai,
Masih adakah rasa di jiwa,
Masih inginkah kembali ke alam peradaban silam,
Bersama rakyat
Dijemput kawan setia
Dalam satu keyakinan
Bersama mimpi-mimpi besar
Dalam pengharapan yang jujur.
Loh Angen, 22 Agustus 2020/Muharram 1442H.[]


