BLANGKEJEREN – Warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan pinggir pegunungan Kabupaten Gayo Lues banyak kehilangan rumah disapu banjir bandang dan tertimbun longsor. Data sementara yang masuk ke Posko Penanganan Banjir Gayo Lues, sudah 1.500 rumah yang hilang.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, Senin, 1 Desember 2025, mengatakan rumah di beberapa desa hanyut tak tersisa. Sehingga warga satu desa tersebut terpaksa mengungsi.

“Sebagian desa lainnya ada rumah yang tersisa, tetapi tidak bisa lagi ditinggalin warga karena air dan lumpur masuk ke dalam rumah,” kata Suhaidi.

Di Gayo Lues, kata Suhaidi, 10-an desa yang semua warganya mengungsi lantaran semua rumah hanyut dan tertimbun longsor. Di antaranya, Desa Pasir dan Desa Uyem Beriring Kecamatan Tripe Jaya, Desa Ramung Musara, Pungke Jaya, Tetumpun, dan Atu Sepit Kecamatan Putri Betung, Desa Tetinggi dan Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, Desa Badak Kecamatan Dabun Gelang, Desa Pasir Putih dan Desa Pining, Kecamatan Pining, dan Desa Palok Kecamatan Blangkejeren.

“Kemudian desa lainnya ada sebagian yang hanyut, dan ada sebagian yang masih bisa ditingalin warga,” ujar Suhaidi.

Saat ini, Gayo Lues butuh barak pengungsi untuk menampung masyarakat, logistik, obat-obatan, dan BBM.

“Kami berharap kepada Bapak Gubenur Aceh dan Bapak Presiden RI agar membantu Kabupaten Gayo Lues yang hingga hari ini masih terkurung dari kabupaten lain karena semua jalan terputus,” ucap Suhaidi.[]