KOTA JANTHO – Delapan pemuda yang masuk saving monitoring mengisolasi diri secara mandiri di kebun daerah Jalin dievakuasi oleh Pemerintah Aceh Besar ke Jantho Sport Center (JSC) Kota Jantho, Senin, 6 April 2020, petang.

Kedelapan pemuda tersebut, sepekan yang lalu baru pulang dari Jakarta dan selanjutnya mereka secara kesadaran sendiri memilih mengisolasi diri ke kawasan Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho. Setelah dipindahkan tempat karantina, para pemuda tersebut akan menempati Kompleks JSC selama tujuh hari ke depan, yang merupakan sisa masa isolasi.

Kegiatan penjemputan kedelapan pemuda itu dipimpin langsung Bupati Aceh Besar Ir. H. Mawardi Ali dan Wabup Aceh Besar Tgk. H. Husaini A. Wahab, didampingi unsur Muspika Kota Jantho.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan pengertian kedelapan pemuda yang baru kembali dari perantauan tersebut. Kedelapan pemuda itu mengikuti instruksi Forkopimda Aceh Besar untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

“Ruang yang ditempati kedelapan pemuda itu sudah disiapkan oleh Pemkab Aceh Besar dan Muspika Kota Jantho agar lebih mudah terpantau oleh tim kesehatan,” ucap Mawardi Ali.

Mawardi Ali menyebut selama berada di JSC, makan dan minum para pemuda tersebut menjadi tanggung jawab Pemkab Aceh Besar.

“Delapan pemuda tersebut akan menempati ruangan yang disediakan tempat tidur, fasilitas MCK dan air PDAM, dan dipantau oleh petugas piket dari kecamatan dan Puskesmas Kota Jantho,” kata Mawardi.

Sementara itu, salah seorang pemuda, Muhammad Afdhal mengungkapkan, mereka melakukan isolasi ke Jalin karena keinginan sendiri. Mereka menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Aceh Besar yang telah peduli terhadap kondisi mereka. “Alhamdulillah, kami semua dalam kondisi sehat,” ungkapnya.[]