LHOKSEUMAWE – Aksi pembakaran gedung Biro Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) dinyatakan sebagai kondisi darurat pendidikan di Kabupaten Aceh Utara. Hal itu disampaikan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, merespons aksi mantan tenaga kontrak kampus itu yang nekat membakar gedung tersebut hingga ludes.

“Dampak kasus itu terlalu besar. Misalnya begini, mahasiswa yang sekarang sedang libur itu harus kembali untuk mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) secara manual pada 24 Agustus 2017. Padahal, jika sistem server Unimal tidak ikut terbakar, mereka tak perlu kembali dan cukup mengisi KRS secara online. Ini yang saya sebut darurat pendidikan, dan sungguh kita prihatin atas kejadian itu,”  kata pria yang akrab disapa Cek Mad ini, Minggu, 20 Agustus 2017.

Dia menyebutkan, Pemerintah Aceh Utara siap membantu upaya pemulihan kampus tersebut. Bantuan itu akan dikomunikasikan dengan pimpinan kampus itu. “Saya sudah bicara dengan Rektor Unimal, Prof Apridar. Kami sungguh prihatin. Kita akan bantu apa yang memungkinkan dibantu oleh Aceh Utara sehingga perkuliahan bisa segera pulih,” katanya.

Lapor Kemenristek Dikti

Sementara itu, Rektor Unimal, Prof Apridar dilaporkan telah menyampaikan kondisi kerusakan seluruh bangunan itu pada Pemerintah Aceh yang diterima Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Wakil Ketua DPR Aceh, Irwan Djohan.

“Kemarin Pak Rektor sudah bertemu dengan Wagub Aceh dan Wakil Ketua DPRA. Pak Rektor melaporkan kondisi terkini, kita ini terkena di jantung perkuliahan, karena sistem kita sampai saat ini belum bisa dipulihkan ekses dari kebakaran itu,” sebut Kepala Humas, Unimal, Masriadi Sambo, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.

Dia menambahkan, pada pertemuan itu, Nova Iriansyah merespons cepat dan akan berupaya membantu pemulihan pusat administrasi secepatnya.

“Pak Wagub akan menyampaikan hasil pertemuan dengan rektor dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Prinsipnya Pak Wagub dan Irwan Djohan dalam pertemuan ini berjanji membantu pemulihan dan berupaya secepatnya membantu server baru untuk mahasiswa Unimal. Kami bersyukur atas bantuan itu,” katanya.

Terkait gedung, sambung Masriadi Sambo, diharapkan Pemerintah Aceh dan DPR Aceh juga membantu pembangunan gedung baru pusat administrasi.

“Pak Wagub juga berjanji pembangunan gedung itu dibantu semaksimal mungkin. Ini mengingat sampai sekarang kita memaksimalkan ruangan bagian umum untuk pusat administrasi. Saya sampaikan, ruang rektor dan wakil rektor sementara ini tidak ada. Ini kondisi darurat,” katanya.

Selain itu, Senin, 21 Agustus 2017 Prof Apridar akan menemui Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof Mohammad Nasir untuk menyampaikan kondisi terkini di Unimal.

“Tentu kami berharap bisa dibantu oleh kementerian, untuk tahap awal mungkin bantuan tanggap darurat dulu. Secara lisan,  Pak Menteri sudah menerima laporan by phone dari Pak Rektor pada hari gedung itu dibakar,” ujarnya.

Layanan Administrasi

Seluruh layanan administrasi akademik,  kemahasiswaan dan keuangan akan dipusatkan sementara waktu di ruang bagian umum persis di depan gedung Biro Rektor yang dibakar tersebut.

“Kami imbau bagi mahasiswa segera mengisi KRS sesuai jadwal yang telah ditentukan. Karena, kita berkomitmen tidak ada penundaan perkuliahan. Mengingat harus diisi secara manual, kami harap mahasiswa pro aktif mengisi KRS itu,” kata Masriadi.

Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir di atas Rp50 miliar. Pasalnya selain nilai bangunan, gedung itu juga menyimpan server dan mesin penyimpan data digital kampus tersebut. Ditambah lagi puluhan komputer dan laptop serta mobiler.

“Tentu kami berterima kasih pada semua pihak yang membantu pemulihan Unimal secepatnya.”

Dekan FISIP Unimal, M Akmal menambahkan alasan pelaku S, membakar gedung Unimal tak bisa dijustifikasi sebagai pembenaran atas sakit hati yang dirasakannya.”Dampaknya terlalu besar. Puluhan ribu mahasiswa tak bsia mengisi KRS online. Ini yang kena jantung dan hati sistem perkuliahan kampus,” kata Akmal.

Sebagai dosen, Akmal berharap kasus itu diungkap tuntas oleh polisi. Sehingga diketahui penyebab utama pelaku membakar gedung tersebut.[]