MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Ramli, MS., pernah tinggal di panti sosial lima tahun. Ramli mengaku pernah dipukul karena tak menghafal Asmaul Husna.

Ramli menceritakan itu saat mengunjungi anak-anak yang tinggal di UPTD Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Suci Hati Aceh Barat, Minggu, 21 Oktober 2018.

“Pengalaman dahulu saat saya tinggal di panti sosial, sistem belajar kami harus dipaksakan. Biasanya kami dipukul apabila tidak bisa belajar. Misalnya, apabila tidak bisa menghafal Asmaul Husna dipukul oleh kawan tujuh kali dengan pureh jok (lidi),” ungkap Ramli.

Ramli melanjutkan, panti sosial yang ditempatinya dahulu sangat jauh berbeda dengan panti sosial yang ada saat ini, terutama fasilitas serta infrastrukturnya.

“Tidak ada yang beton. Kebanyakan berdinding kayu. Yang memiliki beton cuma di kantor dan dapur. Walaupun gambaran kehidupan sosial seperti itu, yang terpenting bagi kami yang tinggal di panti sosial saat itu adalah belajar, ibadah dan olahraga,” ujar Ramli.

Menurut Ramli, hidup di panti perlu perjuangan, kesabaran dan doa agar menjadi lebih baik. Saat ini, lanjutnya, masih banyak anak-anak yang tinggal di pelosok desa tidak sesenang hidup di panti. Oleh karena itu, anak-anak panti patut mensyukuri itu.

Kepala UPTD Suci Hati, Saflinda Yunita, mengungkapkan, panti sosial yang dipimpinnya itu memerlukan tambahan fasilitas. Mendengar itu, Ramli berjanji segera memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjutinya.[]