SIGLI – Program Pemerintah Kabupaten Pidie untuk menciptakan generasi muda yang islami terus dilakukan. Kemarin, Jumat 2 September 2016, Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah mendeklarasikan pendidikan berbasis syariat Islam.
Pendidikan berbasis syariat merupakan progran perpaduan antara pendidikan formal (sekolah umum) dengan pendidikan dayah. “Program ini nantinya mewajibkan setiap sekolah di Kabupaten Pidie menyediakan jam khusus bagi pengajar dari dayah untuk memberikan pelajaran dayah,” kata Kadis Pendidikan Pidie, Murthalamudin.
Mekanisme pemilihan guru yang mengajar di sekolah, lanjut Murthalamuddin, dilakukan musyawarah antara sekolah, komite sekolah dan dayah. Hal itu dilakukan agar semua pihak sepakat tanpa ada kepentingan pribadi, dan penunjukan guru dayah untuk mengajar di sekolah tepat.
Begitupun di dayah, juga memberi kesempatan guru sekolah untuk mengajar santri di dayah tentang ilmu pengetahuan umum. “Artinya ada pertukaran pengajar di dua lembaga ini. Sedangkan mata ajar (silabus) sedang disusun dengan melibatkan dua pihak tersebut. Untuk sekolah sebagai pilot proyek sudah dilaksanakan 19 SD, 7 SMP dan 7 SMA/SMK seluruh Pidie,” kata Murthalamuddin.
Menurutnya, kegiatan ini bukti bentuk kesungguhan pemerintah Pidie dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah. Diharapkan program ini mendorong sinergitas antara dua lembaga tersebut.
“Untuk tahap pertama bagi dayah akan dibuatkan program kunjungan guru SMK produktif untuk mengajarkan keterampilan bagi santri. Disamping nantinya pengetahuan lainnya yg tidak diajarkan dalam kurikulum dayah,” ujarnya.[]

