Cahaya Bebintang, Filsuf, dan Penyair
Karya: Thayeb Loh Angen*
Untuk mendapatkan cahaya terang
kumpulkan bebintang
dari gugusan angkasa raya
menjadikannya matahari pagi
dan rembulan malam
Di antara bebintang itu
ada cahaya yang abadi
ada yang pergi
Tatkala matahari berkuasa dan rembulan bercahaya
bebintang semakin berkelap-kelip
Dari awal zaman
matahari, rembulan, dan bintang masih sama
namun, penguasa berganti dan warna bertukar
sementara cinta selalu saja didendangkan para penyair
sementara daya pikir senantiasa diungkapkan para filsuf.
Bandar Aceh Darussalam, 7 Juli 2020.[]
*Budayawan.



