Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaCalon Perangkat Gampong...

Calon Perangkat Gampong Turue Cut di Mane Pidie Protes Keuchik, Ini Sebabnya

SIGLI – Pengangkatan aparatur gampong oleh Keuchik Gampong Turue Cut,  Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, dituding sarat kepentingan dan tertutup. Seorang calon dinilai tidak memenuhi persyaratan, tapi diloloskan. 

Tudingan itu diutarakan Yulidar, salah seorang calon aparatur gampong kepada portalsatu.com, Kamis, 9 April 2020. Dia bersama sejumlah calon perangkat lainnya tidak menerima atas sikap keuchik yang dituding mengambil kesimpulan sepihak tanpa melalui proses seleksi. 

“Kami merasa dirugikan dengan kinerja Keuchik Gampong Turue Cut yang bertindak tidak adil dalam penentuan aparatur gampong,” ungkap Yulidar didamping salah seorang Tuha Peut Ibrahim Umar. 

Pihaknya, lanjut Yulidar, merasa dirugikan atas keputusan keuchik sepihak. Kalau memang hak dan wewenang dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat, keuchik tidak perlu membuka pengumuman pendaftaran calon perangkat. 
“Untuk apa juga dibuka pengumuman pencalonan perangkat gampong yang ditempelkan di sejumlah tempat oleh keuchik. Sehingga banyak peminat yang mendaftar,” protes Yulidar yang mengaku jumlah pendaftar 17 orang. 

Sambil memperlihatkan bukti surat pengumuman penrekrutan aparatur gampong, Yulidar menjelaskan sesuai surat pendaftaran dibuka 14 Maret hingga 26 Maret 2020. Dasar dari pengumuman itu dirinya bersama belasan warga lainnya ikut mendaftarkan diri.  

Anehnya, lanjut Yulidar, awal April 2020 sudah ada nama – nama perangkat tanpa proses seleksi. Hal itu dinilai melanggar aturan berlaku, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 67 Tahun 2017. Dalam aturan itu diatur,  aparatur gampong yang baru, berusia 20 hingga 42 tahun. 

“Ini ada yang sudah lewat umur 42 tahun tapi diangkat sebagai perangkat gampong,” ungkap Yulidar. 

Sementara Ibrahim Umar selaku Tuha Peut Gampong (TPG), mengaku pihaknya sudah menerima pengaduan beberapa calon yang keberatan dengan keputusan keuchik. 

“Selain Yulidar, ada Dahri, Syawaluddin dan Umi Kalsum yang melaporkan kepada kita. Mereka keberatan atas keputusan keuchik,” jelas Ibrahim yang mengaku sudah memanggil keuchik untuk menanyakan hal tersebut. 

Jawaban dari keuchik kepada Tuha Peut, lanjut Ibrahim, semua itu hak dan tanggung jawab sepenuhnya keuchik. Jika keberatan, keuchik menyilakan melapor kemana saja. 

Keuchik Gampong Turue Cut,  Abdul Salam Maun, ketika dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis, 9 April 2020, mengaku, sudah menetapkan perangkat gampong sesuai penilaian dirinya selaku keuchik. 

Memang, menurutnya, ada dibuka pendaftaran calon perangkat, karena kondisi wabah Covid-19, seleksi tidak bisa dilanjutkan.  Jadi dirinya melakukan penilaian secara diam-diam dan siapa yang rajin berjamaah dan aktif di meunasah, itulah yang diambil sebagai perangkat gampong. 

“Karena Covid-19, seleksi tidak kita lanjutkan. Kami pilih secara penilaian khusus mereka yang aktif dengan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, dialah kami nilai cocok untuk perangkat,” ujar Abdul Salam. 

Terkait adanya perangkat yang dipilih sudah lewat umur dari ketentuan, Salam nengaku memang ada tapi lewatnya hanya hari saja. Bahkan dia dalam menentukan itu sudah konsultasi dengan camat.[]

Baca juga: