Oleh Taufik Sentana

Dalam buku  “Merombak Pola Pikir Intelektual Muslim, dengan judul asli “Ilmu and  the Revival of Knowledge”(ed.Ziuddin Sardar. Pen.Agung P dan Fuad, Pustaka Pelajar, 2000), S. Parvez Manzoor menguraikan dalam artikelnya yang sepanjang sebelas halaman tentang urgensi Mendidik Ulang Intelektual Muslim (h.95).

Pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan beberapa cacatan penting seputar judul yang dimaksud oleh Parvez (Prof Linguistik di Stockholm University):

Pertama, persepsi-visi dan misi  ulama dan intelektual muslim mesti disatukan, terintegrasi dalam dasar falsafah dan orientasi pendidikan Islam yang menyeluruh. Hal ini diperlukan karena ulama identik dengan pendidikan Islam klasik-murni, sedangkan intelektual dianggap terpapar oleh arus modernisme/pemahaman Barat.

Kedua, Intelektual muslim modern mesti menanggalkan “pakaian dan kaca mata” pengaruh Barat dalam menyoal dan mengkaji problematika keummatan.

Ketiga, Parvez menyebutkan bahwa masalah yang paling urgen dalam masyarakat muslim modern adalah: daya moral, kekuatan politik dan sains-teknologi.

Di catatan akhirnya, ia menggaris bawahi bahwa ulama maupun (terutama) intelektual muslim memiliki potensi menjadi mujahid tangguh yang diwarnai oleh Pendidikan Islam.[]

*Praktisi Pendidikan Islam. Berhidmat sejak 1996-sekarang. Mengecap kuliah Islam di STAI Malikussaleh, 98-2003. Mendalami Pendidikan Islam Klasik-Modern di Darul Arafah (Medan)dan Misbahul Ulum (Aceh) 1990-2003.