LHOKSEUMAWE – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tengku Muslim, meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengusut finalis Miss Indonesia, Flavia Celly Jatmiko, yang mencatut nama Aceh secara sepihak. 

“Kenapa ada finalis yang membawa nama Aceh, namun tidak mencerminkan sikap dan kebudayaan yang ada di Aceh sendiri,” kata Tengku Muslim, kepada para wartawan usai unjuk rasa di Lhokseumawe, Jumat, 26 Februari 2016.

Muslim mengatakan Pemerintah Aceh dapat membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum jika memang perlu. 

“Ini sudah merupakan sebuah pelecehan yang ditujukan untuk Aceh. Daerah kita jelas masuk dalam wilayah syariat Islam. Kita menduga ada orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab ingin menyoroti syariat Islam di Aceh,” kata Muslim.

Menurut Muslim penampilan Flavia di kontes Miss Indonesia seolah-olah mencerminkan semua wanita di Aceh sama sepertinya. Hal ini sangat disesalkan oleh seluruh masyarakat Aceh.

Sebelumnya diberitakan, gadis Surabaya Flavia Celly Jatmiko tampil sebagai wakil Aceh di Miss Indonesia 2016. Keikutsertaan Flavia Celly mendapat sorotan dari masyarakat Aceh. Pasalnya dia dinilai tidak mencerminkan karakter dan budaya masyarakat Aceh yang menerapkan syariat Islam.

Sebagai catatan, kasus pencatutan dan permasalahan serupa juga pernah terjadi di ajang Miss Indonesia pada 2015 lalu. Ialah Ratna Nurlia Alfiandini yang mendapat komentar pedas dari netizen. Pasalnya gadis berkulit putih kelahiran 1994 asal Surabaya ini didapuk mewakili provinsi Aceh yang identik dengan gadis berjilbab.

Mengutip kapanlagi.com, Senin, 16 Februari 2015 lalu, masyarakat yang tinggal di Aceh dan menjunjung tinggi syariat Islam tak setuju diwakilkan oleh mahasiswi kedokteran gigi Universitas Airlangga itu dalam kontes Miss Indonesia. 

Saat itu, polemik tersebut mendapat tanggapan dari Liliana Tanoesoedibjo selaku Chairwoman of Miss Indonesia Organization.

“Jujur saja saya belum tahu, malah tidak tahu apa-apa soal ini. Tidak semua orang memang pro tapi kita juga nggak bisa sembarangan dalam menanggapi pemberitaan seperti itu. Kita tetap positif saja. Selama kita lakukan semua secara positif kita tidak akan mendengar permasalahan-permasalahan dari luar,” kata Liliana saat ditemui di Plaza Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, seperti dirilis kapanlagi.com, Senin, 16 Februari 2015 lalu.

Lebih lanjut, Liliana menceritakan proses pemilihan kontestan yang mewakili masing-masing provinsi.

“Iya dia dari Surabaya tapi ada keturunan Aceh. Kita tidak menutup kemungkinan dia bisa mewakili Aceh. Kita kan mencari Miss Indonesia dan sudah pasti ada perwakilan dari setiap provinsi. Tidak mungkin kalau itu dibiarkan kosong saja tanpa perwakilan. Siapapun yang background atau ada relasi di suatu provinsi, bisa kita masukkan. Kita mau Indonesia bersatu, tidak mengapa asalkan dia bisa mewakili suatu provinsi di Indonesia,” terangnya panjang lebar kepada kapanlagi.com.

Namun untuk kasus Flavia Celly Jatmiko untuk kontes Miss Indonesia 2016, Liliana belum merespon adanya protes warga terkait pencatutan daerah Aceh tersebut.[] (tyb)