BANDA ACEH – Dua alumni Universitas Syiah Kuala, Ramadhan dan Rezka Kenara Bintang, lolos program Pencerah Nusantara Batch 4. Dua pemuda yang juga anggota The Leader Aceh ini menjadi bagian dari 38 pemuda pemudi di seluruh Indonesia untuk mengikuti program tersebut setelah diumumkan pada 23 Februari 2016 lalu.
Kepada portalsatu.com, Ramadhan mengatakan, kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Utusan Presiden RI untuk Millenium Development Goals atau MDGs, yang kini bertransformasi menjadi Center for Indonesias Strategic Development Initiative (CISDI).
Program ini menghimpun pemuda dan pemudi terbaik Indonesia untuk saling berkolaborasi menciptakan paradigma sehat melalui penguatas akses terhadap layanan kesehatan primer di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan di Indonesia seperti Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara dan Papua, kata penggagas Kampun Rencong di Aceh Besar yang akrab disapa Roma ini, Jumat, 26 Februari 2016.
Pencerah Nusantara merupakan sebuah gerakan sebagai upaya memperkuat perlayanan kesehatan primer dengan mengirimkan tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat dan pemerhati kesehatan dari berbagai latar belakang pendidikan ke puskesmas wilayah perifer Indonesia.
Nantinya kami bersama masyarakat kita melakukan upaya-upaya penguataan kesehatan, promosi kesehatan, gizi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, pengobatan dasar dan upaya pemberantasan dan pencegahan penyakit menular selama setahun, ujar Roma.
Perjalanan Menjadi Pencerah Nusantara 4
ntuk dapat mengikuti gerakan ini, alumnus Sosiologi FISIP Unsyiah 2010 dan rekannya itu menjalani dua tahap seleksi yang ketat. Awalnya setiap calon peserta harus mengirimkan aplikasi essay dan terjaringlah 2.300-an peserta melalui pendaftaran online, lalu setelah diseleksi terpilihlah 150 peserta untuk mengikuti seleksi tahap dua berupa tes psikologi, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara dari tenaga profesional lalu ditetapkan 38 peserta.
Saingannya berat-berat, makanya sebelum mengikuti seleksi tahap 2 di Jakarta saya bertemu banyak orang untuk belajar tentang interaksi masyarakat terhadap kesehatan baik dari Sosiolog, Psikolog dan Dokter untuk memperkuat argumen saya di hadapan dewan juri, kata pemuda asal Lhokseumawe itu.
Sebelum memulai penempatan para Pencerah Nusantara akan mengikuti pelatihan selama 6-7 minggu di Jakarta. Pelatihan meliputi pelatihan medis dan pengembangan kapasitas diri yang akan diberikan oleh para tenaga ahli terbaik di Indonesia sesuai kompetensinya masing-masing.
Saya cukup bangga menjadi representatif dari pemuda Aceh, saya akan keluarkan seluruh kemampuan Sosiologi Kesehatan saya untuk masyarakat, mungkin memang tidak mampu mengubah seutuhnya, namun saya yakin percik-percik perubahan akan dirasakan masyarakat, kata Roma.
Sementara Kenara merupakan alumnus Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pemuda ini berasal dari Aceh Tengah dan memiliki ketertarikan serius di bidang wirausaha. Belum lama ini Kenara baru saja pulang dari Malaysia untuk kegiatan wirausaha mahasiswa mewakili Unsyiah.[](ihn)

