LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad menyatakan, salah satu penyabab banjir di Aceh Utara  akibat maraknya pembukaan hutan untuk perkebunan sawit dan sejumlah sungai sudah dangkal.

Cek Mad mengungkapkan itu saat jamuan makan malam bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, di Pendopo Bupati Aceh Utara, Rabu, 17 Februari 2016, malam.

Cek Mad minta Pemerintah Pusat memberikan perhatian serius terhadap Aceh Utara yang selalu dilanda banjir saat hujan deras.

“Ini harus ada solusi secepatnya, Pemerintah Pusat harus membantu Aceh Utara untuk normalisasi dan pengerukan  sejumlah sungai yang sudah dangkal, karena ini yang menjadi salah satu penyebab banjir Aceh Utara,” kata Cek Mad, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis (hari ini).

Cek Mad menyebut setiap kali terjadi banjir Pemerintah Aceh merugi mencapai puluhan miliar. Ia mengaku anggaran Aceh Utara masih sangat terbatas untuk melakukan normalisassi sungai.

Kepala BNPB Willem Rampangilei berjanji akan membantu Pemerintah Aceh Utara untuk normalisasi dan perbaikan sejumlah sungai yang mengakibatkan terjadi banjir di daerah ini.

“Kami berjanji akan membantu, menyampaikan kepada menteri terkait untuk menyelesaikan masalah banjir yang dialami oleh masyarakat Aceh Utara, termasuk evaluasi izin perusahaan perkebunan,” kata Willem Rampangilei.

Willem Rampangilei menyebut akan turun ke lokasi yang sering terjadi banjir dan melihat kondisi sungai.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala BPBA Aceh, Danrem Lilawangsa, Wadanlanal, Dandim, Kapolres, Kajari dan para kepala SKPK di lingkungan Aceh Utara.[] (Rel)