BLANGKEJEREN – Daerah Kabupaten Gayo Lues atau yang lebih dikenal dengan Negeri Seribu Bukit mulai menarik perhatian AKBP Cakra Donya, selain suasana alamnya yang indah, tipe masyarakatnya yang penuh kekeluargaan menjadi daya tarik tersendiri baginya.

Ungkapan itu disampaikan Kapolres Gayo Lues AKBP Cakra Donya yang baru menjabat di Gayo Lues, Kamis 20 Agustus 2026, saat mengadakan temu ramah dengan insan Pers di LoGon Hills Kampung Jawa Blangkejeren.

“Jalan menuju Gayo Lues sangat jauh dari Banda Aceh dan Medan, tetapi ketika sampai di Gayo Lues rasanya sangat malas ke Banda Aceh, dan ketika di Banda Aceh malas lagi ke Gayo Lues,” katanya saat menyampaikan kesan selama bertugas di Kabupaten Gayo Lues.

Meski begitu, AKBP Cakra Donya mengaku bertugas di Gayo Lues seperti bertugas di kampung halaman sendiri, sipat masyarakatnya yang penuh kekeluargaan menjadikanya sangat betah tinggal di Gayo Lues.

“Yang paling membosankan di Gayo Lues adalah ketika melintasi jalan di daerah Meloak, Kecamatan Putri Betung,” katanya jalan tersebut penuh tantangan karena berkelok-kelok memutari pegunungan.

Kapolres yang baru menjabat beberapa bulan di Gayo Lues ini meminta dukungan dari semua pihak, terutama dari Pers masyarakat, tanpa bantuan dan informasi, pihaknya tidak akan bisa bekerja dengan maksimal.

“Ada Lima program ungulan Polri yang sedang kami jalankan saat ini, diantaranya Polisi sahabat petani dan pekebun, Kampung bebas narkoba dan judol, Polisi Peduli hutan Leuser, melakukan Pelayanan keliling, dan mengadakan Pengaduan melalui 110,” ujarnya.

Diakhir sambutanya, Kapolres berpesan kepada warga Gayo Lues agar menghindari narkoba karena tidak ada untungnya, pengedar bakal ditangkap Polisi, pemakai akan menjadi miskin atau mati oper dosis. [ ]