Ribuan batang besi dan tembaga bertumpuk di sana. Api dari tungku pemanas menyebarkan hawa panas ke seluruh ruangan. Untungnya, dinding tempat itu hanya setinggi dada orang dewasa, bagian atasnya terbuka.

Kapten Le Pande mendekati salah para utoh dari Istanbul yang mulai menuangkan tembaga ke dalam bara menyala.

“Hari ini, kami melihat saja yang engkau lakukan. Besok, kami akan melakukannya sendiri dengan bimbinganmu,” Kapten Le Pande melihat seorang utoh yang tidak membuka sorbannya di ruang panas itu.

Sang utoh melempar tembaga ke bara menyala lagi. Asap dan abu mengepul. Dia melihat Kapten Le Pande sejenak.

“Maka, perhatikanlah baik-baik, Kapten.”

Umur laki-laki itu sekira lima puluh tahun. Dia membawa istri dan anaknya turut serta ke Banda Aceh sebagaimana semua utusan lainnya yang memiliki keluarga. Anak dan istri mereka memilih ikut walaupun telah dinyatakan bahwa rombongan yang ditugaskan ke Aceh tidak diizinkan kembali ke Turki, kecuali atas izin Sultan Aceh. Para pemuda dari rombongan itu diminta memilih sendiri istri dari perempuan Aceh, yang bersedia dinikahi oleh mereka.

Pada hari pertama pelatihan, utoh dari Istanbul berhasil membuat sebuah meriam, sebagai contoh. Pada hari kedua, mereka hanya memandu para tantara dan utoh Aceh untuk membuat senjata berat itu. Dalam dua hari, para pelajar berhasil membuat sebuah meriam, tetapi dihancurkan lagi karena meledak saat diuji tembak. Begitulah hari-hari berlalu.

Baru setelah sebulan, tentara Aceh dan para pandai besi baru berhasil membuat sebuah meriam ciptaan mereka sendiri dari logam-logam yang di datangkan dari Turki ditambah dari seluruh Sumatera, Borneo, Jawa, dan dari Semenanjung Melaka. Setelah enam bulan berlalu, jutaan pedang, perisai, dan baju zirah berhasil dibuat.

Pada akhir bulan Muharam itu, Kapten Le Pande menghadap Syah Bandar di Balairung Istana Sultan Aceh.

“Syah Bandar, kami telah berhasil membuat lima ribu pucuk meriam dan dua juta tiga ratus ribu butir pelurunya. Kita siap bertempur menyeberangi laut.”[]

… Bersambung ke Episode 5
Baca Episode 3