PIDIE – Pecinta alam Aceh, Firman Saputra, bercerita tentang petualangan di hari liburnya ke Guha Tujoh di Laweung, Pidie, yang tersimpan stalaktit dan stalagmit terus berair dan berkilau indah.
“Sesampai di bawah saya tertakjub menyaksikan penampakan stalaktit dan stalagmit yang masih hidup karena bebatuannya masih hidup. Stalaktit dan stalagmit terus berair dan berkilau indah. Stalaktit dan stalagmit di gua ini sebagian berupa batuan keras, ornamen yang terbentuk ada yang mirip elang sujud, pelaminan, tempat tidur, pundak lembu (goh leumo), dan pintu gerbang,” kata Firman kepada portalsatu.com/, Sabtu, 20 Oktober 2018.
Firman mengatakan, petualangan ke Guha Tujoh pada Oktober ini perjalanan pertama kalinya ia ke sana. Saat tiba di lokasi itu, Firman berjumpa dengan seorang perempuan tua bernama Nek Dzakiah di jalan.
Firman pun bertanya, “Apakah ini jalan menuju Guha Tujoh?”
“Benar, mari nak biar saya temani,” jawab wanita tua itu.
“Saya terkejut ternyata wanita tua yang saya jumpai itu adalah penjaga dan sekaligus pemandu pengunjung di Guha Tujoh. Selain Nek Dzakiah, di sana juga ada beberapa pemuda yang sangat ramah sebagai pemandu para pengunjung,” kata Firman yang merupakan CEO Linggang Jaya Abadi,
Setelah sampai di mulut Guha Tujoh, Nek Dzakiah mengambil senter dan memberikan kepada Firman. Kemudian ia menuruni mulut gua sejauh 10 meter anak tangga ke bawah.
“Sangat luas, di dalam saya yakin akan menghabiskan waktu tujuh hari di dalam gua andai kata, saya tidak dipandu di dalam gua,” kata Firman.
Nek Dzakiah juga memberitahunya kalau di satu sisi gua ada seorang yang sedang khalud. Akan tetapi, Firman tidak ke lokasi tersebut agar tak mengganggu orang sedang khalud.
Firman mengatakan, untuk mengunjungi Guha Tujoh di Laweung, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer ke arah utara dari Jalan Medan-Banda Aceh.
“Sepanjang perjalanan menuju Guha Tujoh, kini jalannya sudah sangat baik walaupun ada titik jalan yang sedang dikerjakan yang insya Allah tahun ini siap dan mulus,” kata Firman.
Situs wisata Guha Tujoh dibuka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Di sana tidak ada pengambilan tiket, tetapi pengunjung harus membayar biaya parkir dan memberi uang tip seikhlasnya untuk pemandu di dalam gua.
“Saya pun sangat terkejut menyaksikan, tangan-tangan jahil pengunjung telah menodai batuan dengan coretan tangan mereka,” kata Firman.[]





