BANDA ACEH Dua nelayan Aceh yang terdampar di Phang Nga, Thailand, yakni Hasanuddin, 39 tahun, dan Yogi Prayogo, 23 tahun, merasa bahagia setelah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat pagi, 2 Juni 2017.
Hal itu disampaikan oleh Hasanuddin yang merupakan nakhoda dari kapal yang terdampar di Negeri Gajah Putih tersebut.
Senang bisa kembali bersama keluarga, kata Hasanuddin, Jumat, 2 Juni 2017.
Di sela-sela pertemuan dengan keluarga, Hasanuddin sempat memberikan secara singkat apa yang terjadi dengan kapal mereka.
Kami kan mogok mesin, terus terdampak ke Phuket, Phang Nga. Karena mau meugang puasa, kami terus kena angin terdampar ke Phuket sana, katanya. Terombang-ambing di laut sepuluh hari, dalam keadaan badai. Mau tenggelam atau tidak kita tidak pikir lagi, sudah pasrah, katanya lagi.
Hasanuddin juga menceritakan, selama berada di Phang Nga mereka mendapatkan pelayanan yang baik. Kelakuan polisi, warga, Phang Nga sangat baik orang itu. Pemerintah Thailand sangat baik orang itu, katanya.
Danpos Lanal AL, Pelda Joko Saputro, yang saat itu hadir di tengah menyambut kedua korban mengatakan, untuk dapat membuat keduanya kembali membutuhkan proses yang panjang. Namun yang membuat prosesnya cepat dikarenakan keduanya juga tidak pernah terlibat kasus pidana.
Nelayan Pante Raja yang terdampar di Phuket, Thailand prosesnya cukup panjang. Tetapi, Alhamdulillah secepat mungkin proses ini berlangsung berkat kerja sama semua pihak, katanya.
Jadi prosesnya cepat, tidak memakan waktu lama karena dua nelayan ini tidak ada sangkut pidana, karena murni oleh alam kecelakaan boatnya rusak, katanya lagi.[]



