LHOKSEUMAWE – Satu dari empat jasad korban bencana tsunami yang diketahui identitasnya saat dibongkar dari kuburan masal di Gampong Suleue, Darussalam, Aceh Besar pada Sabtu, 3 Maret 2018, akhirnya diketahui oleh keluarga, yaitu atas nama Muhammad Dahlan Jamil, warga Gampong Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Geuchik Paloh Awe, Saifuddin, Rabu, 7 Maret 2018 menjelaskan, istri M Dahlan Jamil yaitu Nur beserta dua anaknya, Desiana, Faiza dan kakak korban, Nuraini sudah menemui warga Gampong Suleue sehari setelah kuburan massal dibongkar. Sayang, kerangka M. Dahlan sudah dikubur kembali  bersama puluhan kerangka lainnya oleh warga di lokasi baru di Miruek Taman.

“Padahal keluarga sangat ingin membawa pulang kerangka bang Muhammad Dahlan Jamil ke Paloh Awe, biar mudah diziarahi. Warga tidak mau membongkar kembali kuburan itu, karena banyak sekali kerangka di dalamnya,” kata Saifuddin.

Katanya, keluarga mengetahui temuan kerangka itu dari informasi yang disebar di media sosial dan WhatsApp pada Sabtu malam. Kemudian keluarga memberitahu warga bahwa jasad korban tsunami itu sudah ditemukan. Mereka kemudian langsung berangkat ke Aceh Besar. Kendati kecewa, tetapi perasaan keluarga korban sediki lega karena lokasi jasad sudah diketahui.

Katanya, almarhum M Dahlan Jamil berangkat ke Banda Aceh pada 2004 lalu dan bekerja sebagai supir truk di sebuah perusahaan pengangkutan material. Saat itu korban tinggal bersama rekan-rekan seprofesinya di sebuah rumah di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

“Pada hari sesaat sebelum tsunami, 26 Desember 2004, bang Dahlan terlihat sedang menempel ban truknya di daerah Kajhu. Itu kata teman korban yang selamat dari tsunami. Setelah tsunami keluarga dan warga ikut membantu mencari jasad korban, namun tidak ditemukan, yang ada hanya bangkai truknya saja,” kata Geuchik Saifuddin.

Saifuddin mengatakan pencarian terhadap almarhum dilakukan lumayan lama. Namun, pencarian tersebut tidak juga membuahkan hasil. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, yang paling besar Desiana saat ini masih kuliah dan Faiza masih duduk di sekolah menengah pertama.[]