BANDA ACEH – Kebakaran menghanguskan tiga rumah dan satu mobil minibus di Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, diduga sumber apinya berasal dari rumah Ridwan. Kobaran api kemudian menjalar ke dua rumah lainnya. Tujuh keluarga kini kehilangan tempat tinggal.

Asmawati, 52 tahun, istri Ridwan, menangis terisak ketika rumah yang sudah 20 tahun ia tempati rata dengan tanah. Menurut Asmawati, saat kejadian ia sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba, ia melihat api membesar dari dapur yang kemudian merayap ke plafon rumah.

Ia mengaku sempat membuka lemari untuk menyelamatkan sejumlah pakaian, tetapi gagal lantaran kobaran api semakin membesar. “Akhirnya saya memilih menyelamatkan diri. Cuma baju yang lengket di badan harta saya saat ini. Yang lain hangus semua,” ujar Asmawati kepada portalsatu.com, usai musibah itu, Selasa, 12 April 2016.

Asmawati mengatakan, rumahnya selama ini juga dijadikan tempat kos yang dikontrak oleh tiga keluarga, salah satunya masih memiliki hubungan keluarga dengannya. “Saat melihat api membesar, mereka juga berhamburan ke luar rumah karena panik,” katanya.

Ulfa, 25 tahun, seorang ibu rumah tangga yang mengontrak rumah Aswamati mengatakan, ia sedang beristirahat di kamar saat kejadian tersebut. Ia mengaku sempat berupaya memadamkan api dengan air dari sekitar rumah itu.

“Karena api terus menjalar dan membesar ke plafon, saya langsung ke luar rumah. Tak ada yang sempat saya selamatkan, semua ludes terbakar,” kata Ulfa yang mengaku tengah hamil muda.

Wali Kota Banda Aceh Iliza Sa'aduddin Djamal saat meninjau lokasi kebakaran itu mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan bantuan masa panik untuk para korban. “Nantinya akan didata tentang pemilik rumah ini dan kerugiannya. Kalau pemilik rumah ini fakir miskin akan kita upayakan bantuan rumah duafa,” kata Illiza.

Menurut Illiza, posko dan tenda darurat akan disiapkan di lokasi itu. Untuk sementara para korban kebakaran itu diungsikan ke rumah warga lain, dan ada yang mengungsi ke rumah keluarganya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.[]

Laporan Ramadhan