BANDA ACEH – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Aceh meminta Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama untuk melibatkan pengurus lembaga tersebut dalam pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Aceh. Pasalnya, keberadaan Pengprov PASI sebagai induk organisasi cabang olahraga atletik cenderung diabaikan dalam teknis kegiatan tersebut.
 
“Kedepan jangan lagi seperti itu. Kita akan surati seluruh dinas termasuk dinas pendidikan, dinas pemuda dan olahraga, serta Kanwil Kemenag untuk tidak lagi mengabaikan peran PASI. Organisasi induk olahraga lainnya juga begitu. Ini untuk memudahkan agar even itu ditangani oleh lembaga resmi dan orangnya juga terlatih,” ujar Ketua Umum Pengprov PASI Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Selasa, 12 April 2016.
 
Iskandar Al-Farlaky yang juga Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPR Aceh ini mengatakan, pihaknya tengah menyusun program pembinaan atlet cabang olahraga atletik agar terus melahirkan prestasi. Dia berharap peran dan kerjasama semua pihak agar berkoordinasi dengan tujuan program yang dirancang pihaknya dapat berjalan sesuai rencana.
 
Selain itu, dalam rapat yang berlangsung selama 3 jam di aula rapat KONI Aceh, Sabtu, 9 April 2016 lalu turut merumuskan program pembibitan, pengkaderan atlet cabang atletik, wasit, dan pelatih. Forum rapat juga memutuskan Hamdani sebagai official atlet PON 2016 nanti. 

“Kita putuskan bersama-sama sesuai dengan bidangnya. Nanti kita akan lihat perkembangan bagaimana untuk terus kita lakukan evaluasi kedepan,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada semua pengurus agar selalu menjaga kekompakan tim dan saling mengingatkan jika melakukan kesalahan. Menurutnya organisasi PASI merupakan milik bersama bukan hanya milik ketua umum saja. 

“Untuk memperoleh prestasi yang baik, kita tentunya harus bersatu dan saling mendukung. Bagi yang punya kesempatan mari beri support untuk adik-adik yang berlatih di Stadion Lhong Raya,” katanya.[](bna)