BANDA ACEH – Setelah magang selama tiga bulan penuh di kampung Inggris, Pare Kediri, Jawa Timur. Masing-masing peserta umumnya di bulan ke tiga telah berhasil menghafal kosa kata bahasa Arab atau bahasa Inggris lebih kurang 2000 kata.

Salah seorang peserta magang dari Aceh, yang belajar ke Kampung Inggris Pare angkatan ke III, Tgk. Muhahammad Azmir mengatakan bahwa teknik hafalan diucapkan langsung pada objeknya benda yang ingin diketahui bagaimana sebutan dalam bahasa Arab atau bahasa Inggrisnya.

“Tiap kosakata langsung kita hafal atau kita tulis dahulu dalam bahasa Indonesia misalnya makan minum, tertawa, menangis, sungai, dan sebagainya, kemudian kita ingat bahasa Arab atau bahasa Inggrisnya apa,” kata Azmir.

Keyakinan dan kesungguhan niat dari para pelajar dalam menghafal harus kuat terlebih dahulu. Kemudian sesudah mengetahuinya, maka wajib mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya sangat banyak disuruh hafal mufradah atau kosakata yang bagi kami belajar bahasa Arab demikian juga dengan yang belajar bahasa Inggris. Kita harus berspeaking atau muhaddasah, kita harus praktekkan dengan teman-teman kita dalam kehidupan sehari-hari,” kata Azmir sehari setelah kembali dari Pare pada Rabu 19 Desember 2018.

Walaupun demikian, Tgk. Azmir menilai bahwa sistem hafalan itu dipengaruhi oleh IQ dari masing-masing. Karena setiap orang pasti memiliki IQ yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan begitu, pelajar memilih cara sendiri untuk menghafalnya.

“Ada teman yang membaca beberapa kali kemudian menghafal dan mengingat-ingat kembali sampai betul-betul melekat atau tidak lupa lagi,” katanya.[]