SIGLI – Khatib salat Id di Mesjid Baitul Istiqamah Teupien Raya, Pidie Teungku H. Husni bin Haji Harun mengingatkan umat Islam agar menempuh pendidikan setinggi-tingginya.
Para orang tua dianjurkan agar menyekolahkan putra-putri mereka hingga ke jenjang pendidikan tinggi, bahkan bila perlu hingga keluar negeri seperti Mesir. (Baca: Ulama Aceh di Malaysia Jadi Imam Salat Id di Teupin Raya)
H. Husni, seorang ulama Aceh lulusan Pesantren Darussa'dah Teupin Raya yang kini menetap di Kuala Lumpur, Malaysia itu juga mengingatkan pentingnya menguasai bahasa asing.
“Beri semangat pada anak-anak kita untuk sekolah, kita seharusnya juga belajar bahasa asing karena bahwasannya siapa yang mempelajari bahasa asing maka mereka akan selamat dari makar,” ujar H. Husni yang sesekali menyelingi khutbahnya dalam bahasa Inggris.
Ia mengisahkan pengalaman pribadinya berkat menguasai sejumlah bahasa asing, selama 21 tahun bekerja di Jerman, H. Husni sudah mengislamkan 13 orang menjadi mualaf.
“Jadi tanyoe umat Islam jinoe bek gadoh ta jak peuteupat iku mie (berdebat), kalau begitu terus nggak maju-maju,” katanya lagi.
Di hadapan ribuan jamaah, ulama asal Turbue, Beureunuen ini juga mengisahkan secuil perjalanannya saat ke Paris, Prancis. Di sana ia bertemu dengan salah seorang ulama Islam dan menceritakan bagaimana perkembangan umat Islam di Paris.
“Di Paris perkembangan Islam sangat luar biasa, kalau hari Jumat tiga jam sebelum salat dimulai para jamaah sudah berdatangan ke Mesjid. Mereka ada yang berzikir, ada yang mengaji. Makanya orang-orang yang anti Islam ini sangat takut,” katanya.
Dalam khutbahnya, ayah enam anak ini -lima di antaranya hafidz- juga mengingatkan umat Islam untuk bermuhasabah atau merenung, apakah sudah berhasil melewati Universitas Ramadan atau tidak. Jika berhasil katanya, maka ia pasti akan mempraktekkan segala kebaikan hingga Ramadan berikutnya.
“Manusia juga diperintahkan Allah agar menyambut Idul Fitri dengan kegembiraan, memakai baju yang indah, dan menghias rumah, kita juga dianjurkan untuk menjamu makanan kepada para tetangga dan bermaaf-maafan,” katanya.
H. Husni merupakan murid almarhum Teungku Muhammad Ali Irsyad, pendiri Pesantren Darussa'adah Teupin Raya. Salah satu ulama Aceh yang terkenal hingga ke Mesir. Saat ini H. Husni menjadi pengelola cabang Darussa'adah di Kuala Lumpur, Malaysia.[](ihn)




