Gadis kelahiran Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, 25 November 1996, itu memang sudah lama viral di media sosial dengan aksinya dalam meracik kopi Aceh maupun teh tarek. Novita akrab disapa Ika, beberapa waktu lalu juga pernah menunjukkan keahliannya yang diundang ke acara Hitam Putih di Trans TV. Ika memang sudah lama menjadi barista dan sejak masih berada di Lhokseumawe sempat bekerja di salah satu warung kopi di kota tersebut.

“Alhamdulillah, baru-baru ini saya mendapat tawaran untuk tampil pada acara Gong Show viral dan unik di RCTI yang dijadwalkan pada 21 Januari 2020. Ada juga mendapat tawaran iklan dari pihak tiket.com,” ungkapnya.

Novita mengungkapkan, Senin, 20 Januari 2020, dirinya ke studio RCTI untuk persiapan tampil. Dia dihubungi langsung oleh pihak RCTI yang menawarkannya mengisi acara Gong Show.

“Sutradaranya melihat di akun youtube pribadi saya yang membuat kopi maupun teh tarek Aceh dengan cara unik, sehingga mereka tertarik dan mengirimkan kembali link-link konten itu kepada saya. Ya, mungkin sudah rezeki saya di situ dan saya sangat bersyukur,” kata Novita Riantika.

Novita menyebutkan, dari pihak tiket.com sebelumnya mereka mengirimkan pesan melalui instagram pribadinya yang diminta untuk bertemu. Sehingga mereka juga menawarkan untuk menjadi model iklan. Setelah itu dirinya ke studio guna melakukan casting. Menurut dia, casting iklan sudah dua bulan lebih. Ia tidak menyangka bahwa dirinya bisa terpilih untuk menjadi model iklan.

“Sebelumnya pada 2019 saya juga pernah mendapat tawaran untuk tampil pada sebuah festival di Istanbul, Turki. Akan tetapi belum saya ambil karena untuk ke luar negeri itu ada prosesnya, mungkin di lain kesempatan akan diusahakan untuk ke depan,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Syahrul Abdullah dan Marlaini itu.

 

 

Novita menambahkan, pada tahun 2019 lalu, dirinya juga ikut  mempromosikan kopi Aceh di berbagai wilayah di Indonesia melalui event dilaksanakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) seperti di Nias dan Sumbawa. “Sementara pada pertengahan tahun 2020, jika tidak ada hambatan apapun Insya Allah juga akan dilibatkan pada event serupa dilaksanakan kementerian terkait di Maluku”.

“Selama saya di Jakarta sejak tahun 2017 sudah beberapa kali mengikuti event yang digelar Kemendes, di antaranya Sumbawa, Nias, Gunungsitoli dan Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga,” ujar Novita Riantika.

Novita menjelaskan, mulanya mereka tertarik melihatnya di akun instagram yang sempat viral di Aceh. Kemudian pihak kementerian itu mencari tahu hingga akhirnya didapatkan sampai dikontrak. Bahkan kalau sekarang dengan pihak Kemendes tersebut bukan lagi dikontrak biasa dan sudah menjadi anak didik mereka, sehingga ketika ada event-event besar dilibatkan.

“Ini semuanya berawal dari kesukaan saya terhadap kopi, dan saya berinisiatif mulai belajar pelan-pelan ketika mendapat kesempatan bekerja sebagai barista di salah satu warung kopi di Lhokseumawe beberapa tahun lalu,” ungkap Novita.

Menurut Novita, dukungan dari orang tua sampai saat ini sangat positif. Tapi sebelumnya sempat tidak setuju atau khawatir dirinya menjalani karier di bidang barista, keinginan orang tua itu bekerja di perkantoran. Namun, berkat doa dan motivasi untuk menunjukkan kepada orang tua, kini ia semakin dikenal.

“Alhamdulillah setelah tampil di acara Hitam Putih Trans TV disambut baik serta mendapat dukungan penuh dari orang tua. Dari proses membuat kopi itu sehingga menarik perhatian dari seorang pengusaha di Jakarta. Lalu pengusaha itu mengajak saya menjadi barista tradisional di kafe teh tarek Aceh di kawasan Jakarta Selatan. Selama bekerja di kafe tersebut, setiap cabang saya juga mengajari beberapa pekerja lainnya untuk meracik kopi Aceh,” katanya.

Dia berharap dan merencanakan ke depan bisa membuka usaha kopi sendiri di Jakarta Pusat. “Karena turis kebanyakan juga di sana, jadi berkeinginan untuk mempromosikan kopi Aceh di Jakarta langsung. Targetnya kopi Aceh ini tidak hanya dikenal di tingkat nasional, bagaimana juga bisa lebih dikenal masyarakat luas internasional,” ujar Novita.

Sedangkan di Aceh, Novita belum memiliki niat membuka usaha tersebut. “Memang harapan besar lokasinya di Jakarta untuk pusatnya. Akan tetapi di Aceh akan bakalan buka juga nanti jika ada rezeki mudah-mudahan, targetnya memang seperti itu,” ucapnya.[**]