Mata dendam melompat dari bibir cangkirmu
hingga kopi hitammu   tumpah. Sedang matamu nanar menatap saat cinta merayap dari tumpahannya, merayap tanpa beban, menyusup ke serat serat kayu meja.

Dan di tepinya amarah menggelantung. Tampak 
Orang orang lewat menyimpan penat. Engkau masih menatap cinta yang merayap di sekangkir kopimu yang tumpah tadi.

Sebelum senja berhias, 
apakah yang mengisi cangkirmu? 
Bersiaplah, sebelum harap dan takut menyergapmu: menjadi minuman yang lain.

Karya:
Taufik Sentana
Dari Kumpulan “Password Kebahagiaan”, 2019.