Seperti dedaun yang bergetar
oleh jemari angin lembut
sebelum debu debu nakal
merasuk ke poriporinya.
Sederhana saja,
cintaku secangkir rindu
pada pagi
yang jernih
setelah diseduh
dalam kuntum doa.
Cintaku yang sederhana
menjadi kemewahan
yang tersembunyi
di balik keruh zaman.[]
Taufik Sentana
Banyak menulis puisi dan esai sosial.


