LHOKSUKON – Center of information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) kembali melakukan ekspedisi ke kawasan Bukit Apollo, pedalaman Kecamatan Geuredong Pase, Aceh Utara, Minggu, 28 Januari 2018. Dalam ekspedisi kali ini, CISAH menggandeng komunitas Steemit Aceh.

“Kita kemarin berangkat dengan 28 anggota menelusuri peninggalan sejarah Samudera Pasai di kawasan Bukit Apollo, yang berada di sebelah timur sungai (Krueng) Pasai. Di sini, kita berhasil menemukan artefak berupa koin emas (dirham) yang bertuliskan 'Muhammad Malik Azh-Zhahir' dan sisi sebelahnya bertuliskan Sulthan Al-'Adil,” ujar Ketua CISAH, Abel Pasai kepada portalsatu.com/Minggu malam.

Dikatakan Abel, sebagaimana diketahui, Sulthan Muhammad Al-Malik Azh-Zhahir (w.726 H/1326 M) merupakan anak Sulthan Al-Malik Ash-Shalih (w 696 H/1297 M), pendiri Kerajaan Islam Samudra Pasai yang pusaranya berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudra.

“Di masa beliaulah mata uang Samudra Pasai pertama sekali dicetak. Artinya, ini koin emas tertua peninggalan kerajaan Islam di Asia Tenggara,” ucap Abel.

Kata Abel, koin itu pertama kali dilihat di permukaan tanah oleh Mawardi Mawardi Ismail (Sekjen CISAH). Kala itu, Mawardi langsung mendokumentasikan temuannya.

“Setelah kita telusuri lokasi penemuan koin tersebut secara seksama, tim kita banyak menemukan pecahahan gerabah dan porcelain kuno dari berbagai daerah yang meliputi Asia Selatan (India) hingga Asia Timur (Tiongkok). Dari padatnya artefak yang tersebar di kawasan ini, kemungkinan besar tempat ini dahulunya merupakan salah satu pemukiman kuno zaman Samudra Pasai,” pungkas Abel Pasai.[]