BLANGKEJEREN – Perjalanan jauh ke daerah terpencil untuk mengajar menyebabkan sepeda motor milik Syawal kotor berat. Guru berstatus Pegawai Tidak Tetap Kabupaten (PTTK) Gayo Lues tersebut kemudian mencuci kenderaannya itu, tapi naas dua jarinya putus terjepit gir.
Peristiwa naas itu terjadi pafa Kamis, 18 November 2021, Syawal dan rekanya menaiki sepeda motor untuk bisa sampai kedesa paling terpencil tersebut untuk mengajar siswa dan siswi SMP Negeri Satu Atap Lesten.
“Saat kami mengarunggi jalan yang sudah diaspal tidak ada kendala, hanya saja ada lubang-lubang yang sulit dilintasi, namun ketika kami melintasi jalan yang belum diaspal, kendaraan kami susah melintas karena berlumpur,” katanya.
Dengan niat yang tulus untuk mengajar siswa-dan siswi, Syawal dan rekan-rekanyapun akhirnya tiba di desa Lesten setelah menempuh perjalanan satu jam lebih dari pusat Kecamatan Pining atau dua jam lebih dari pusat Kabupaten Gayo Lues.
“Setelah sampai di desa Lesten, saya melihat kendaraan sudah dipenuhi lumpur dan berinisiatif mencucinya, namun saat mencuci sepeda motor itu, Dua jari-jari saya tejepit di gir Honda Supra hingga putus,” jelasnya.
Syawalpun berteriak minta tolong di Mes SMP Satu Atap Lesten itu hingga dilarikan rekan-rekanya ke Pustu, namun tidak ada perawat atau bidan yang bisa memberikan pertolongan pertama.
“Darah baru berhenti keluar dari jari telunjuk dan jari tengah saya setelah diberikan pertolongan oleh ibuk Sadian dan murid saya atas nama Sari, pertolongan yang diberikan hanya melalui pantan (doa) hingga darah tidak ada lagi keluar. Karena tidak ada petugas kesehatan di Lesten,” jelasnya.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama itu, Syawal akhirnya dilarikan lagi oleh rekanya atas nama Syariful Hidayat dan Jemarinsyah ke Puskesmas Kecamatan Pining, setelah satu jam lebih dalam perjalanan, Syawalpun tiba dengan harapan dua jari-jarinya bisa disambung lagi.
“Pukul 16: 00 WIB kami tiba di Puskesmas Pining, namun perawat yang ada di sana mengaku tidak sanggup menagani luka saya karena alat operasi tidak mencukupi, dan perawat itupun akhirnya membuat surat rujukan saya ke Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (RSU MAK) Gayo Lues, tak lama setelah itu, saya diantar menggunakan mobil Ambulance ke sana,” jelasnya.
Setelah tiba di RSU MAK, Syawal langsung mendapatkan pertolongan dari dokter, jari-jarinya tidak bisa disambung lagi karena sudah lebih empat jam dan putus total. Ia menegaskan, jika ada petugas kesehatan di Lesten, atau peralatan operasi lengkap di Puskesmas Kecamatan Pining, pasti jari-jarinya masih bisa disambung lagi. “Tapi apa hendak dikata, perjuangan kami kepelosok desa tanpa jaringan HP sangat sulit, dan ketika terjadi musibah berdarah sangat sulit diselamatkan,” sesalnya.
Ia berharap, Pemerintah Daerah Gayo Lues membangun jalan aspal ke desa Lesten, menambah petugas kesehatan di desa Lesten, mencukupkan alat operasi di Puskesmas Pining, dan membangun tower jaringan HP di desa Lesten, sehingga ketika ada warga yang tertimpa musibah bisa segera ditangani.[]





