LHOKSEUMAWE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lhokseumawe, memperkirakan curah hujan pada bulan Mei terjadi peningkatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara, khususnya di daerah pegunungan.
Namun, pada bulan Juni 2018 diperkirakan curah hujan akan kembali menurun, dan mengikuti musim kemarau. Hal itu diungkapkan Prakirawan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) Lhokseumawe, Hangra Traverma Ulfi. Berdasarkan pemantauan, kata dia, memang dua minggu lalu terjadi curah hujan berkelanjutan di wilayah pegunungan sehingga terjadinya luapan air sungai seperti di Kecamatan Sawang dan Matangkuli, Aceh Utara, dalam beberapa hari terakhir ini.
“Ini diakibatkan belokan angin yang menyebabkan awan konvektif, sehingga terjadinya curah hujan diseputaran Aceh Utara baik hujan gerimis maupun hujan lebat,” kata Hangra Traverma Ulfi, kepada portalsatu.com/, Kamis, 17 Mei 2018.
Hangra melanjutkan, biasanya pada Mei memang curah hujan tinggi di wilayah pegunungan, karena pola curah hujan lokal dandipengaruhi keadaan setempat.
“Pada saat sore hari terjadinya penumpukan awan-awan di sekitar pegunungan, sedangkan wilayah pesisir pantai cuacanya masih dikategorikan normal. Tetapi saat pagi sering terjadi hujan di sekitar Selat Malaka bagian utara atau perairan Lhokseumawe,” ujarnya.
Oleh karena itu, Hangra berharap masyarakat khususnya di kawasan pegunungan agar tetap waspada terhadap tingginya curah hujan, terutama di bantaran sungai, dan tetap antisipasi akan terjadinya luapan air sungai tersebut.
“Masyarakat yang bermukim di daerah bantaran sungai dan juga daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap wilayah pertumbuhan awan hujan yang memang di sekitar pegunungan,” ungkap Hangra Traverma Ulfi.[]



