Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNewsCurhat Anak-anak Alue...

Curhat Anak-anak Alue Bungkoh pada Haji Uma soal Banjir

LHOKSUKON — Puluhan anak-anak di Gampong Alue Bungkoh, Kemukiman Pirak, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara bersuka ria menyambut kedatangan Haji Uma, komedian Aceh yang melejit lewat serial 'Eumpang Breuh', Senin, 1 Januari 2018.

Selain meminta foto bersama, anak-anak juga sempat curhat tentang kawasan tempat tinggal mereka yang terendam banjir.

Haji Uma yang bernama lengkap H. Sudirman tersebut datang ke Kecamatan Pirak Timu dalam kapasitas sebagai anggota DPD-RI, untuk meninjau beberapa lokasi bantaran sungai yang tidak memiliki tanggul, salah satunya di kawasan Alue Bungkoh.

Loen kaleun awak drokeuh lage aneuk seribu pulau (Saya melihat kalian seperti anak seribu pulau),” ujar Haji Uma ketika menyapa anak-anak yang mengerumuninya di atas jembatan Alue Bungkoh, Pirak Timu.

Ketika Haji Uma menanyakan perihal banjir di kawasan tersebut, anak-anak itu mengatakan, “Hinoe sabe banjer. Wate banjer hanjeut tajak sikula (Di sini selalu banjir. Jika banjir tidak bisa sekolah),” kata M Rizki, 14 tahun, siswa kelas XII SMP.

Di sela-sela kesibukannya, Haji Uma menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak yang juga merupakan penggemarnya. Dengan tingkah malu-malu, mereka sempat menanyakan keberadaan Yusniar dan Bang Jhony, anak dan menantu Haji Uma dalam serial 'Eumpang Breuh'.

Haji Uma, Yusniar ngen Bang Jhony, ho? Pakon hana neuba? (Haji Uma, Yusniar dan Bang Jhony, mana? Kenapa tidak dibawa?),” tanya salah seorang anak laki-laki. Haji Uma menjawab, “na, di rumoh (Ada di rumah)”.

Sebelum meninggalkan lokasi, Haji Uma berpesan kepada anak-anak supaya rajin sekolah dan mengaji agar menjadi pribadi yang berguna di kemudian hari.

Beu jemot jak sikula, meurunoe, bek tuwoe jak beut, bek meulawan ureung chik. Menyoe tanyoe jeumot jak sikula, enteuk wate rayeuk jeut keu presiden, menteri, bupati, pak camat, polisi (Sekolah yang rajin, belajar, jangan lupa pergi mengaji, jangan melawan orang tua. Jika rajin sekolah, nanti waktu besar bisa jadi presiden, menteri, Bupati, pak camat, polisi),” kata Haji Uma.[]

Baca juga: