BANDA ACEH – Politikus Partai Aceh (PA), Cut Meutia, mendukung pernyataan Ketua Umum DPA PA, Mualem, soal wacana Aceh lebih baik menggelar Referendum. “Dan saya yakin siapapun sepakat dengan wacana Mualem tentang referendum. Namun waktunya saja yang kurang tepat,” ujar dia kepada portalsatu.com, Selasa, 28 Mei 2019.

Menurut Cut Meutia, seharusnya Mualem mengeluarkan pernyataan tersebut jauh-jauh hari lalu saat PA masih menguasai parlemen, bukan ketika Prabowo tidak menang jadi Presiden RI. Sehingga masyarakat melihat pernyataan Mualem lebih kepada pernyataan kekecewaan atas kekalahan Prabowo, bukan karena benar-benar hasil evaluasi PA.

“Kalaupun saat ini Aceh menggelar referendum, saya pribadi sangat pesimis rakyat akan memilih opsi merdeka. Tahun 2009 saja, saat Aceh yang baru keluar dari konflik, yang ingatannya masih sangat lekat dengan rasa sakit, kursi PA itu tidak sampai 50%, apalagi sekarang yang rasa sakit itu tidak lagi melekat dalam ingatan mereka,” ungkap Cut Meutia.

Cut Meutia menilai perolehan kursi PA bisa menjadi indikator kuat kemana arah keberpihakan rakyat Aceh.  “Pisah dari NKRI atau tetap bersama NKRI”, sebab PA adalah partai lokal yang lahir karena ingin merebut kemerdekaan dan referendum tersebut.

“Memperjuangkan referendum melalui perelemen dalam kondisi kursi PA melemah, sepertinya sangat sulit. Atau solusi lain yang harus ditempuh adalah dengan naik gunung lagi, dan jika serius, ya, Mualem dulu yang harus di depan meretas jalan tersebut, kita sebagai pengikut, akan kita ikuti dari belakang,” tegas Cut Meutia.[]