Zikir Asmaul Husna ke-29 adalah Al-'Adl. Zikir ini bermakna Maha Adil. Al-‘Adl bearasal dari kata ‘adala yang berarti lurus dan sama. Keadillan Allah SWT bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apapun dan oleh siapapun. Keadilan Allah SWT juga didasari dengan ilmu Allah SWT yang Maha Luas. Sehingga tidak mungkin keputusan-Nya itu salah. Alloh adalah Pencipta segala keindahan dan keburukan, kebaikan, dan kejahatan. Allah SWT bersifat adil pada ciptaan-Nya, dalam hal ini ada rahasia yang sulit dimengerti. Tetapi setidak-tidaknya, kita memahami bahwa seringkali orang harus mengenal lawan kata dari sesuatu untuk memahaminya.

Mereka yang tidak pernah merasakan kesedihan, tidak akan mengenal kebahagiaan. Jika tidak ada yang buruk, kita tidak akan mengenal keindahan. Baik dan buruk sama pentingnya. Alloh menunjukkan yang satu dengan yang lain, yang benar dengan yang salah, dan menunjukkan kepada kita akibat dari masing-masingnya. Dia memperlihatkan pahala sebagai lawan kata dari siksaan. Lalu dipersilakan-Nya kita untuk menggunakan penilaian kita sendiri. Sesuai dengan takdirnya, masing-masing mendapatkan keselamatan dalam penderitaan dan rasa sakit, atau kutukan dalam kekayaan. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk-Nya.

Di antara ayat yang menjelaskan zikir ini yaitu: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Maa’idah [5]: 8). Dalam ayat lain juga disebutkan berbunyi yang berbunyi:: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am:115)

Fadhilah dan Kelebihan zikir

Zikir ini sangat banyak kelebihannya di antaranya:

Pertama, seeorang jika kita mengamalkannya secara rutin dan istiqamah setiap hari setelah laksanakan shalat fardhu dengan selalu membaca “Yaa ‘Adlu” sebanyak 104 kali maka insya’Allah kita akan dikaruniai oleh Allah kepribadian yang adil terhadap siapa saja  dan tidak berperilaku curang atau berat sebelah terhadap siapa saja 

Kedua, siapa yang memperbanyak berdzikir dengan membaca “Yaa ‘Adlu” secara rutin dan istiqamah maka insya’Allah kita akan dapat mengalahkan orang yang berbuat dzalim, dan kita akan memusnahkan kedzaliman itu.

Ketiga, seseorang jika yang mengamalkan “Yaa ‘Adlu” secara rutin dan istiqamah maka insya’Allah kita akan dapat mengalahkan orang yang berbuat dzalim, dan kita akan dapat memusnahkan kedzaliman itu.

Keempat, seseorang jika yang mengamalkan “Yaa ‘Adlu” ini berprofesi sebagai seorang hakim atau seorang penguasa maka insya’Allah ia akan menjadi adil dalam kepemimpinannya, serta ia akan diselamatkan dari kehinaan, selain itu Allah akan menganugerahkan keadilan yang memancar dalam sikap dan perilakunya.

Kelima, seseorang jika sesiapa menulis ‘Ya ‘Adlu’ pada malam Jumaat pada sekeping roti dan memakannya, InsyaAllah orang akan mengikut kehendaknya.

Keenam, seseorang apabila ‘Ya ‘Adlu’ dibaca setelah selesai shalat lima waktu 104 X, Insya Allah ia akan menjadi pemutus hukum yang adil dan akan merasa tertarik hati orang lain kepadanya.[]