MEUREUDU – Pidie Jaya sebagai kabupaten hasil pemekaran Pidie, memiliki aneka kuliner yang memanjakan lidah. Mulai dari Ade Kak Nah, Ade Kak Mutia, dan kuliner lainnya menjadi incaran masyarakat sebagai oleh-oleh yang dibeli untuk keluarga, teman dan handai taulan.

Sepertinya belum lengkap bagi mereka yang menempuh perjalanan melewati jalan negara kawasan Meureudu tepatnya di depan gudang Bulog Meureudu jika tidak menyeruput secangkir kopi boh manok teuweng ala warung kopi (warkop) Nikmat.

Seribu rasa nikmat berkalaborasi dan tersimpan dengan kopi boh manok ala warkop Nikmat. Penebalan warkop dengan nama “nikmat” sangat sesuai dengan kuliner khasnya. Sloglan “apalah arti sebuah nama” itu tidak berlaku untuk warkop yang dipadati pengunjung mulai dari PNS, pedagang dan masyarakat biasa untuk merasakan secangkir kopi teuweng.

“Nama itu adalah doa”. Setiap untaian panggilan sekali doa terpanjatkan dan ini sangat cocok dengan filosof warkop Nikmat yang diberikan oleh Bang Din sang toke warkop di pinggiran Jalan Banda Aceh-Medan.

Para foodie alias pecinta kuliner terus memburu Kopi Boh Manok (KBM) made in Pidie Jaya. Pengunjung malah sengaja memesan dan bahkan tidak sedikit mereka dari luar Pidie Jaya ketagihan setelah mencicipi KBM ala warkop Nikmat.

“Biasa kalau pengunjung yang jauh itu akan memesan terlebih dahulu dan mereka itu berasal dari Pidie Jaya dan bahkan luar Pidie Jaya,” ungkap Iqbal, 22 tahun, salah seorang pekerja di warkop tersebut.

Apa rahasia di balik KBM Pidie Jaya?

Warkop yang telah dibuka sejak tahun 2011 memang tidak pernah sepi pengunjungnya. Paling hari Jumat-Minggu, agak sepi langganan tetap. Sebab mayoritas langganan tetap para PNS dan beberapa masyarakat yang telah merasakan nikmatnya seduhan kopi warkop milik Bang Don.

Biasa jih uroe Minggu, Jumat, nyan diet yang ngopi di sinoe,” ujar Ibal yang telah lama menjadi pelayan di warkop itu.

Ketika ditanya resep khusus di balik rahasia Kopi Boh Manok (KBM) ala warkop Nikmat, Ibal menjawab tidak ada resep khusus, kecuali metode dalam mengolahnya saja yang mungkin sedikit berbeda dengan tempat lain.

“Tidak ada resep dan rahasia khusus dalam pengelohan Kopi Boh Manoek itu, paling saja metodenya yang sedikit berbeda dengan tempat lain,” papar Ibal, pemuda berkulit hitam manis itu.

Dalam meraciknya dengan bantuan lidi-lidi yang dikemas sedemikian rupa mampu merangsang penikmat KBM sehingga akan terpanggil untuk mencalonkan diri menjadi langganan tetap serta tidak dapat melupakan kenikmatan dan makyosnya kopi itu.

Pelayan muda itu menyebutkan dalam menyalani pengunjung dan langganan tetap, dihabiskan khusus untuk KBM sekitar 100 telur sehari.

Para pemburu “foodie” kian garang dalam menjelajah dan mencari “mangsanya”. Namun jika belum mencicipi nikmatnya KBM ala warkop Nikmat Pidie Jaya semuanya masih misteri.

Jawabannya hanya satu datang dan seduhlah secangkir KBM ala warkop Nikmat Pidie Jaya pasti Anda akan terpuaskan dan teu loem-loem dengan “rayuannya”.[]