MEUREUDU – Warga Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, merasa geram setelah terjadi lonjakan tegangan listrik pada Minggu, 26 Oktober 2025, siang. Akibatnya, berbagai peralatan elektronik rumah tangga milik warga dilaporkan rusak berat.

Pemadaman listrik berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dengan alasan pemeliharaan trafo. Namun, kegiatan itu diduga tanpa pemberitahuan kepada masyarakat sekitar.

Sekitar pukul 14.00 WIB, listrik sempat menyala sementara dan diduga terjadi lonjakan tegangan tinggi. Akibatnya, sejumlah alat elektronik seperti kulkas, televisi, AC, kipas angin, mesin pompa air, hingga lampu milik warga dilaporkan rusak berat bahkan ada yang meledak.

Merasa dirugikan, warga bersama-sama mendatangi lokasi petugas yang tengah melakukan pemeliharaan untuk meminta penjelasan. Namun, sejumlah enam petugas di lapangan tidak memberikan keterangan apa pun, sehingga memicu kemarahan warga.

“Kami datang baik-baik untuk bertanya, tapi para petugas hanya diam. Ini sudah keterlaluan,” ujar Ahmad, salah seorang warga dengan nada kesal.

Tidak puas dengan sikap petugas, warga kemudian mendatangi Kantor PLN ULP Meureudu. Namun, pihak PLN menyebut tanggung jawab insiden tersebut berada pada pihak ketiga yang melakukan pemeliharaan.

“Kami pelanggan PLN, bukan pelanggan pihak ketiga! Kami selalu bayar tepat waktu, tapi ketika rugi PLN malah cuci tangan,” tegas warga lainnya yang peralatan elektroniknya rusak parah.

Hingga Senin sore (27/10), belum ada perwakilan PLN yang turun ke lapangan untuk meminta maaf atau mendata kerugian warga. Masyarakat menilai PLN tidak profesional dan abai terhadap tanggung jawab pelayanan publik.

Manajer PLN ULP Meureudu, H. Rahadi Bakri Hasibuan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari warga dan perwakilan desa. Ia menegaskan kejadian tersebut bukan kelalaian dan sedang dalam proses verifikasi.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Keuchik Gampong Rhieng Blang, Yusrizal, dan pelaksana lapangan. Kami akan memastikan kondisi di lapangan, termasuk mendata kerusakan alat elektronik warga,” ujar Rahadi.

PLN berjanji akan menindaklanjuti hasil verifikasi dan memberikan pertanggungjawaban setelah proses selesai.[]