SEORANG pengantin yang akan berbulan madu, tentu saja kedua sang kekasih tersebut dalam hati mereka akan bertanya-tanya, “indahkah malam pertama”, “apakah mampu membahagiakan sang kekasihku”, bisik istri dalam hatinya. Begitu juga sebaliknya suami dan berbagai pertanyaan dan rasa takut yang menghampiri mereka.

Begitu juga seorang yang telah menjadi penghuni alam barzah, di malam pertamanya “bermalam” dan menjadi warga baru di alam kubur sangat menakutkan dan menyeramkan terlebih kita yang masih banyak bergelimang dengan dosa dan maksiat di dunia ini. Lantas bagaimana sambutan sahib “malam pertama” di alam kubur?

Suasana sambutan indahnya malam pertama atau tidak di alam barzah dilukiskan dalam dalam sebuah hadist dari Abu Said, disebutkan :”Bahwa sungguh seseorang dari kamu tidak dikuburkan melainkan kubur akan bersuara kepadanya:” saya merupakan tempat yang asing, satu-satunya persinggahan untuk kamu, saya tempat yang diciptakan dari tanah. Persinggahan hewan dari tanah”.

Kata sambutan dari alam barzah akan berdeda sesama muslim, tergantung amalan seseorang. Dalam hadist lain juga disebutkan,seseorang mukmin yang dikuburkan, maka kubur berkata: ”selamat datang, kamu yang paling saya cintai di antara sejumlah orang yang menginjak di atas saya. Saya menjadi raja kamu dan kamu yang akan menjadi penghuni saya. Kamu akan merasakan apa yang telah kamu kerjakan untuk engkau, maka dilebarkan kubur sejarak dia memandang dan pintu surga dibukakan. Seandainya penghuni kubur orang selalu berbuat maksiat atau kafir, sang kubur berkata: “ kamu celakalah, kamu merupakan orang yang saya benci di antara sejumlah orang yang menginjak di atas saya. Saat ini saya merajai engkau dan kamu menjadi penduduk saya, engkau akan merasakan apa yang saya kerjakan untuk kamu”, rasulullah meneruskan sabda-Nya,”Maka disempitkanlah liangnya sehampir dia melihat dan pintu neraka dibukalah” (HR.Tirmidzi)

Mereka yang telah menjadi masyarakat kubur. Tentu saja setiap orang akan dihimpit oleh kubur baik berstatus muslim ataupun kafir, namun berbeda frekwensinya saja. Malam pertama penyimpitan kubur terhadap seorang mukmin sebagai bentuk penghapusan terhadap segala dosa dan kesalahan bahkan penyimpitan ini tidak akan terjadi selamanya dan merupakan sebagai bentuk rahmat terhadap mukmin setelah kejadian tersebut.

Fenomena ini berbeda terbalik dengan kaum kafir yang diterus dihimpit jasadnya hingga tiba waktunya nanti sebagai azab  terhadap mereka. Dalam sebuah hadist dari Aisyah ra bahwqa Nabi pernah berkata : ”bahwa sunggguh setiap kubur mendapatkan himpitan. Jikalau kalau seorang terbebas dari himpitan, maka Saad bin Muaz terbebas darinya”.

Lantas siapa sosok yang disebutkan oleh baginda Nabi di atas bernama Saad Bin Muaz sehingga Rasulullah mengabadikannya dalam hadist tersebut. Belaiu merupakan seorang syahid dalam peperangan yang terbesar dalam sejarah Islam, tepatnya pada perang Khandaq. Sang pemimpin kaum Anshar saat kesyahidan telah menghampiri beliau, arsypun bergoncang menyambut kepergian beliau. Begitu mulia dan hebatnya belaiu, sehingga baginda Rasulullah Saw menyindir namanya dalam hadist di atas.

Lantas bagaimana dengan kita yang masih bergelimang dengan maksiat dan dosa untuk menghadapi kehidupan alam kubur terutama malam pertamanya? Indahkah malam pertama atau tidak? Apa yang telah kita persiapkan untuk bekal 'mudik' ke sana? Jawaban ada dalam qalbu tersendiri.[] Bersambung

*Dewan Guru Dayah MUDI Mesjid Raya, Samalanga, Dekretaris LP2M IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireun