ISLAM adalah agama yang berisi petunjuk-petunjuk agar manusia secara individual menjadi manusia yang baik, beradab, dan berkualitas, selalu berbuat baik sehingga mampu membangun sebuah peradaban yang maju, sebuah tatanan kehidupan yang manusiawi dalam arti kehidupan yang adil, maju bebas dari berbagai ancaman, penindasan, dan berbagai kekhawatiran. Agar mencapai yang diinginkan tersebut diperlukan apa yang dinamakan sebagai dakwah, karena dengan masuknya Islam dalam sejarah untuk manusia, agama ini mencoba menyakinkan umat manusia tentang kebenarannya dan menyeru manusia agar menjadi penganutnya.[1]
Disamping itu , Islam sebagai agama dakwah, maksudnya adalah agama yang disebarluaskan dengan cara damai, tidak lewat kekerasan. Walaupun ada terjadi peperangan dalam sejarah Islam baik itu di zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup atau dizaman sahabat dan sesudahnya. Peperangan itu bukanlah dalam rangka menyebarkan atau mendakwakan Islam, tetapi dalam rangka mempertahankan diri umat Islam atau melepaskan masyarakat dari penindasan.
Dalam Islam setiap peperangan yang dilakukan umat Islam untuk menyebarkan ajaran Islam dalam beberapa kasus peperangan yang dimenangkan oleh umat Islam dimasa Nabi Muhammad SAW hidup. Nabi sendiri tidak pernah memaksa penduduk daerah yang dirindukkan atau orang yang dikalahkan untuk masuk Islam.
Oleh sebab itu setiap usaha dakwah menginginkan adanya suatu keberhasilan yang diperlukan oleh seorang dai dalam mengembangkan misi dan visi dakwahnya kepada seluruh umat di dunia, baik secara lisan maupun tulisan. Dakwah merupakan ajakan yang baik dalam bentuk tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilaksanakan secara sadar dan berencana dalam usaha untuk dapat mempengaruhi/mendorong orang lain baik secara individu kelompok, supaya dapat mengembangkan usaha dakwah kepada yang lebih efektif dan efisien dengan landasan-landasan yang resmi dan sesuai dengan ajaran Islam.[2]
Bahkan masih ada sementara dai merasa urusan kehidupan duniawi, cukup diurus oleh pemerintah, sedangkan urusan agama sepenuhnya menjadi urusan dai, maka lembaga-lembaga dakwah muncul dengan sendirinya di tengah-tengah masyarakat, pemimpin-pemimpin organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Masyarakat selalu mengalami perkembangan sejak awal, hingga dengan era tradisional sampai dengan era globalisasi (era teknologi) seperti sekarang. Pada era tradisional, sistem kehidupan masih sangat sederhana dengan kebutuhan-kebutuhan yang masih sedikit dan belum adanya alat-alat modern untuk lebih memudahkan aktifitas kehidupannya. Sedangkan era teknologi merupakan era terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam semua kemudahan dan terciptanya efektifitas dan efisien kerja bagi umat manusia.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertumbuhan penduduk yang semakin pesat membawa perubahan yang canggih dalam berbagai segi tuntutan kehidupan masyarakat mulai dari cara berfikir, bersikap dan tingkah laku. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi, juga membawa imflikasi pada terjadinya revolusi besar dalam peradaban umat manusia, dimana arus informasi dengan berbagai sarana telah dapat dijangkau oleh setiap orang.
Sebagai perbandingan dahulu kita hanya mengenal radio tetapi kini telah ada bermacam-macam alat informasi dan komunikasi yang canggih dari yang sebelumnya. Sehingga sarana pertukaran informasi dan komunikasi atau arus bolak-balik kemudian diantara sesama kita semakin beragam pula, seperti alat informasi dalam bentuk telepon, handphone, televise, laserdisc, faximile dan yang sedang hangatnya dibicarakan sekarang yaitu internet.
[1] Mohd. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet I, (Jakarta: Kencana, 2004), h. 1
[2] Mohd. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet I,(Jakarta: Kencana, 2004), h.76.[]
* Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Staf Pengajar di Dayah MUDI Mesjid Raya, Samalanga dan Sekretaris LP2M IAI Al-Aziziyah Samalanga


