LHOKSEUMAWE – Fadhli Al-Fasiy, 28 tahun, da’i muda asal Aceh yang mewakili Indonesia di Ajang pidato AKSI Asia dinyatakan lulus ke babak 10 besar. Di babak penyisihan, Fadhli mampu tampil memukau dan menghipnotis komentator, serta dewan juri. Dirinya juga selalu mendapatkan nilai tertinggi pada babak penyisihan tersebut. Lomba itu disiarkan langsung di stasiun televisi swasta Indosiar selama bulan Ramadhan 1439 H.

Tampil perdana pada 2 Juni 2018 lalu, Fadhli mendapatkan nilai sebanyak 431 dari 5 dewan juri, kemudian pada penampilan kedua dirinya mendapatkan nilai 869 pada babak ini Mohd Ridzuan dari Malaysia harus mudik karena mendapatkan nilai terendah. Pada penampilan ketiga, Fadhli mendapatkan nilai 442 pada babak ini Nabeelah Arifin dari Brunei Darussalam dinyatakan mudik karena nilai terendah. Pada penampilan keempat da’i muda Aceh ini mendapatkan nilai sebanyak 450 dan giliran Asep Ribeiro dari Timor Leste harus pulang kampung karena nilai terendah.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan doa semua pihak khususnya keluarga dan semua masyarakat Aceh dan umumnya semua rakyat Indonesia, Fadhli sudah melangkah ke 10 besar. Pastinya akan semakin berat, pun demikian Fadhli akan tetap berusaha menjadi yang terbaik,” ujar Fadhli saat dihubungi portalsatu.com/, Selasa malam (5/6/2018).

Pada babak 10 besar, para peserta dibagi menjadi 2 grup dan masing-masing berjumlah 5 peserta. Fadhli Al-Fasiy tergabung dalam grup dua yang pesertanya di antara lain, Nik Farhan dari Malaysia, Hilman Fauzi dan Adilla Putri dari Indonesia serta Syed Iqmal dari Malaysia.

“Sebelumnya Fadhli mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa selama ini, namun ini semua belum berakhir, Fadhli masih butuh dukungan dan doanya pada penampilan perdana babak 10 besar ini pada tanggal 7 Juni 2018 pukul 02.00 Wib dini hari besok, semoga dapat mengharumkan nama Aceh dan Indonesia,” ujar Fadhli, yang pernah mendapat juara 2 lomba pidato piala Perdana Menteri Malaysia tahun 2013 lalu.

Seperti diketahui, Fadhli Alfasiy, lahir di Blang Pulo Lhokseumawe pada 19 Desember 1989 anak dari Teungku Razali (alm) dan Zarniah. Adik kandung pelantun lagu Nazam Gaseh Joel Pasee ini sangat menggemari perlombaan pidato dan khutbah Jumat. Bahkan banyak prestasi yang telah ia raih, mulai tingkat sekolah, Kabupaten, Provinsi bahkan Internasional.[]