SIGLI – Dinas Pendidikan Pidie melalui Bidang Pendidikan Nonformal mendapatkan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2020 untuk Pelatihan Kecakapan Hidup (Life Skill Education) Rp792 juta. Dana itu untuk melatih 175 pemuda putus sekolah.

Alokasi dana untuk kegiatan pelatihan itu mengundang perhatian sejumlah kalangan di Kabupaten Pidie. Pasalnya, selama pandemi Covid -19 banyak kegiatan dikurangi, bahkan proses belajar di sekolah ditiadakan. Lantas, bagaimana pelatihan itu dilaksanakan.

Salah seorang penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pidie, Teuku Musliadi, meminta pelaksanaan kegiatan sumber dana pemerintah harus tepat sasaran, transparan dan bertanggung jawab. Itu semua, lanjutnya, demi tercapainya target dan sasaran pembangunan.

“Kalau kegiatan pelatihan life skill pagi pemuda, saya kira program bagus. Namun, kita khawatir program itu tidak tepat sasaran dan hanya dilaksanakan asal sudah bisa diamprah dana saja. Jika itu terjadi sangat kita sesalkan,” ungkap Musliadi, Kamis, 12 November 2020.

Apalagi, kata Musliadi, saat ini masih pandemi Covid-19, tentunya pelatihan dan belajar dikurangi. Jika pelatihan itu sudah dilaksanakan, kata dia, di mana lokasinya, siapa peserta, dan kegiatannya seperti apa, harus dipublikasikan. Karena, menurutnya, selama pandemi jangankan pelatihan sekolah saja diliburkan.

“Kita akan terus melakukan penelusuran kegiatan tersebut agar penggunaan uang negara benar-benar sesuai aturan dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuh Musliadi yang juga praktisi hukum.

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Pidie, Yusmadi, kepada portalsatu.com/ beberapa pekan lalu mengakui adanya anggaran untuk kegiatan pelatihan life skill bersumber dari DOKA tahun 2020.

“Kita akan laksanakan dalam waktu dekat pelatihan di beberapa tempat, seperti (pelatihan membuat) kupiah meukutop, kupiah riman, merajut sulam dan lain-lain,” ujar Yusmadi saat ditemui di ruang kerjanya.

Yusmadi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendidik para pemuda dan masyarakat bidang kerajinan agar mereka dapat memanfaatkan ilmu untuk dikembangkan dalam rangka mengurangi pengangguran.

Dia  menyatakan akan memberi informasi jika kegiatan dilaksanakan. Namun, hingga kini belum ada kabar apakah kegiatan itu sudah dilaksanakan atau belum.[]