Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan Polres Lhokseumawe sudah melaksanakan kegiatan pembagian masker dan sembako kepada pasien suspect/terduga Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dr. Said Alam Zulfikar menjelaskan bahwa masker merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) dalam mencegah penularan Covid-19 kepada orang lain.
Penggunaan masker harus menutupi hidung dan mulut. Tidak membuka tutup masker dan tak menyentuh permukaan masker. Bila tanpa sengaja menyentuh segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
Sebelumnya, Dinkes Lhokseumawe ikut melaksanakan program Pemerintah Aceh yakni Gebrak Masker Aceh (Gema) pada September 2020.
Gerakan memakai masker merupakan ikhtiar bersama yang diserukan langsung Presiden Indonesia Joko Widodo. Presiden meminta langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menggaungkan gerakan tersebut ke seluruh pelosok negeri. Berbagai organisasi lintas profesi menjawab seruan itu dengan mengambil peran ikut kampanye Gema.
Gema adalah gerakan yang bertujuan untuk mensosialisaaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari, untuk mencegah dan menekan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Pemeriksaan Swab

[Foto: dok. Dinkes]
Selain kampanye protokol kesehatan, tim Dinkes Lhokseumawe juga melaksanakan kegiatan pemeriksaan swab kepada pasien terduga Covid-19 untuk memutus penularan dan upaya penanggulangan Covid-19.
Penemuan kasus suspek/probable (find) dapat dilanjutkan dengan upaya untuk isolasi (isolate) dan pemeriksaan laboratorium (test).
Ketika hasil test RT-PCR positif dan pasien dinyatakan sebagai kasus konfirmasi, maka tindakan selanjutnya adalah pemberian terapi sesuai dengan protokol.
Pelacakan kontak (trace) harus segera dilaksanakan segera setelah kasus suspek/probable ditemukan.
Kontak erat akan dikarantina selama 14 hari. Jika setelah dilakukan karantina selama 14 hari tidak muncul gejala, maka pemantauan dapat dihentikan. Akan tetapi jika selama pemantauan, kontak erat muncul gejala maka harus segera diisolasi dan diperiksa swab (RT-PCR).[](*)





