BANDA ACEH – Suadi Sulaiman yang lebih dikenal Adi Laweueng meminta Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik, bisa melanjutkan sisa pembangunan di daerah tersebut di masa mendatang. Dia mencontohkan seperti pembangunan masjid di Kota Sigli yang dimulai masa dua tahun periode Sarjani Abdullah. Begitu pula dengan daerah Laweueng yang memerlukan kepedulian dari pemerintah terkait kuala dangkal.
“Kita berharap baik kepada gubernur atau bupati agar bisa membantu membangun kuala yang setiap musim mengalami pendangkalan. Di Kuala Laweueng itu, masyarakat hanya bermatapencaharian di laut, itu mengalami kendala besar saat muara itu mengalami kedangkalan,” ujar Adi Laweueng, yang saat ini menjabat sebagai Juru Bicara Partai Aceh, kepada portalsatu.com, Rabu, 6 September 2017.
Dia mengatakan ada satu kemukiman atau lima desa yang masyarakatnya menggantungkan perekonomiannya di kuala tersebut. Menurutnya kondisi kuala tersebut begitu dangkal, apalagi pada saat air laut surut.
“Itu kapal motor dan boat itu tidak bisa keluar masuk. Sehingga kapal motor yang ukuran 40 GT itu harus dijangkarkan di laut,” kata Adi Laweueng.
Dia meminta pihak pemerintah, baik level provinsi maupun kabupaten termasuk pihak legislatif, untuk meninjau langsung kondisi kawasan Kuala Laweueng. Menurutnya hal inilah yang menjadi harapan besar pihak masyarakat setempat yang mayoritas adalah nelayan agar pemerintah membantu pembangunan kuala tersebut.
“Di Kuala Laweueng itu ada belasan kapal motor yang GT nya 40, kemudian juga ada puluhan boat, baik itu boat yang memakai mesin 15 PK maupun boat yang memakai mesin dompeng. Di situ juga tidak ada TPI (Tempat Pendaratan Ikan) sehingga masyarakat terpaksa mendaratkan ikannya di sepanjang pantai itu,” ujar Adi Laweueng.[]


