LHOKSEUMAWE – Tarbiah Islamiah (Tarbiyah Islamiyah) Mazhab Syafi'i terus mengembangkan pengajian Alquran hingga kitab kuning kepada masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sejumlah balee beut (balai pengajian) berkonstruksi kayu di Kandang, Lhokseumawe, dipindahkan ke Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Jumat, 14 Desember 2018.

Mulanya, Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i di Aceh, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah, mengembangkan pengajian itu di Banda Dua, Alue Lim, Lhokseumawe. Dari Dayah Darul Mukminin Nusantara Alue Lim dipimpin Tgk. Usman Ibni Abdillah, pengajian yang fokus terhadap pendidikan dan pembinaan akhlak masyarakat itu terus dikembangkan ke wilayah lainnya.

Di antaranya, ke Gampong Paya Teungoh dan Kilomter VIII Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara, Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dan kini di Gampong Meunasah Bi, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Sistem pengajian semi privat itu menggunakan sejumlah balai berukuran kecil, sehingga mudah dipindahkan dari satu tempat ke lokasi lainnya sesuai kebutuhan.

“Hari ini kita pindahkan (balai pengajian) dari Kandang ke Syamtalira Bayu, karena masyarakat di Bayu juga ingin mengaji seperti jamaah Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i di Kandang. Tujuan tarbiah (pendidikan) untuk membina moral dan akhlak umat,” ujar Tgk. Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua, Jumat (kemarin).

Abati Banda Dua melanjutkan, “Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i ini berdiri di Aceh sejak masa Sultan Malikussaleh”.

Ketua Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i di Kandang, Saifuddin Yunus, mengatakan, di Gampong Meunasah Mee, jemaah yang mengikuti pengajian Alquran hingga kitab kuning dengan sistem semi privat itu mencapai 150 orang.

Saifuddin Yunus alias Pon Pang menjelaskan, sistem semi privat menggunakan sejumlah balai kecil yang sederhana. Masing-masing balai berkonstruksi kayu itu ditempati kelompok pengajian terdiri antara dua sampai enam orang. “Dengan pola ini, anggota jamaah yang belum bisa mengaji tidak merasa malu saat belajar. Proses belajar dalam setiap kelompok juga bisa lebih terfokus,” ujar mantan kombatan itu.

Menurut Pon Pang, pihaknya memanfaatkan jemaah Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi'i dari dayah salafi sebagai teungku (guru) untuk berbagi ilmu dan membimbing anggota jemaah lainnnya. “Jamaah yang mampu mengajar anggota jamaah  yang belum bisa mengaji. Jadi, tidak didatangkan ustaz secara khusus,” kata mantan Ketua DPRK Lhokseumawe itu.

Salah seorang jemaah Tarbiah Islamiah Mazhab Syafii itu, Muhammadan, mengatakan, pengajian Alquran dan kitab kuning di Gampong Meunasah Mee, Kandang, tetap berlangsung seperti biasa meskipun sejumlah balai dipindahkan ke Syamtalira Bayu untuk jemaah di kecamatan itu. Sebelum balai kecil itu dibawa ke Bayu, kata dia, sudah dibuat beberapa balai baru di Meunasah Mee untuk tempat pengajian jemaah di Kandang.[](rel/*)