Banda Aceh – Senyum haru tak mampu disembunyikan dari wajah Parnik saat berdiri di depan rumah barunya di Gampong Blang Cut, Selasa (17/3/2026). Setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam keterbatasan dan menempati rumah yang jauh dari kata layak, kini ia bersama keluarganya memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk memulai lembaran baru kehidupan.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan Maulina Hatta di Gampong Punge Jurong dan Yusnita di Gampong Jawa. Ketiganya menjadi penerima bantuan rumah layak huni yang dibangun melalui dana zakat yang dihimpun oleh Baitul Mal Banda Aceh.
Rumah tipe 36 yang mereka tempati mungkin tampak sederhana. Namun bagi para penerima manfaat, bangunan tersebut bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol harapan, kepedulian, dan kesempatan untuk hidup lebih baik.
Penyerahan rumah dilakukan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa program bantuan rumah bagi warga duafa merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Baitul Mal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok mustahik yang berhak menerima zakat.
“Dengan bantuan ini, insyaallah para penerima manfaat kini bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman serta dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Illiza.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, keberadaan rumah yang layak menjadi kebutuhan mendasar yang mampu mengubah kualitas hidup sebuah keluarga. Hunian yang aman tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan martabat bagi penghuninya.
Karena itu, menurut Illiza, pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui program pembangunan rumah layak huni menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui Baitul Mal sehingga semakin banyak pula warga yang dapat kita bantu,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya kepada Baitul Mal Banda Aceh. Menurutnya, setiap rupiah yang disalurkan menjadi jembatan kebaikan yang mampu mengubah kehidupan masyarakat kurang mampu.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan. Di tengah rasa syukur yang menyelimuti para penerima, tampak hadir pula unsur kecamatan, perangkat gampong, serta jajaran Baitul Mal yang selama ini mendampingi proses pembangunan rumah tersebut.
Bagi Parnik, Maulina Hatta, dan Yusnita, hari itu menjadi momen yang akan selalu dikenang. Setelah sekian lama hidup dalam keterbatasan, mereka kini memiliki tempat untuk pulang dengan perasaan lebih tenang.
Di balik dinding-dinding rumah yang baru berdiri itu, tersimpan harapan agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik. Sebuah bukti bahwa zakat yang dikelola dengan baik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. [adv]





