Karya: Taufik Sentana*
Aku merasa begitu jauh dariMu
tak tergambar betapa pilu dan bergetar kalbuku. Entah sudah berapa kali
aku tersungkur, dengan wajah terbujur
dan hasrat yang terbakar.
Berkali aku datang padaMu
dan berlalu dengan membawa pertanyaan. Yang hanya terjawab lewat pertemuan. Kedekatan yang kubangun
justeru rubuh karena kesalahan kesalahan yang tak tuntas aku perbaiki.
Aku tahu Engkau Dekat
dan Mendengar apa yang bergetar
di kedalaman jiwaku:
Engkau lebih tahu tentang kebohonganku. Lalu aku kembali datang.
dengan tangan terbentang
dengan harap yang berat
dalam malam yang robek oleh sunyi
dalam pagi yang berkaca.
Aku percaya Engkau tidak pernah
Menginginkan hal buruk bagiku.
maka tetaplah Menuntunku.
Dan izinkan aku memilihMu.
Yaa Rabb,
Engkaulah Awal dan Akhir
dari setiap pilihan
yang aku putuskan.
(2002, Lhokseumawe).[]
*Penyuka sastra sufistik
dalam catatan Tiga Kumpulan Puisi, 2016.



