BANDA ACEH – Anggota Komisi VI DPR Aceh Darwati A Gani, mengapresiasi hadirnya layanan Bedah Endovaskular di RSUZA Banda Aceh. Menurutnya ini merupakan langkah maju dalam aspek pelayanan RSUZA kepada masyarakat Aceh.

Namun yang terpenting kata Darwati, kehadiran pelayanan ini harus bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Aceh secara luas, tentunya bagi mereka yang membutuhkan layanan tersebut.

“Pihak RSUZA harus mensosialisasikannya ke masyarakat luas secara detil melalui Puskesmas yang ada di setiap daerah, agar masyarakat tahu bahwa kebutuhannya ada di RSUZA,” kata Darwati kepada portalsatu.com, Jumat, 11 November 2016.

Tanpa komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit dengan masyarakat katanya, segala sesuatu akan menjadi percuma saja. Belum lagi awamnya pemahaman kesehatan yang membuat masyarakat tidak tahu bahwa penyakit yang mereka derita masih mungkin disembuhkan, mininam bisa dikurangi risiko penderitaannya.

“Malah ada yang berkeyakinan bahwa ada beberapa jenis penyakit mustahil disembuhkan, padahal tidak demikian. Sekiranya informasi lebih cepat tersampaikan, potensi penyembuhanpun menjadi lebih besar,” ujar politisi PNA ini. “Ke depan kita akan upayakan sekuat tenaga, banyak hal dukungan pelayan kesehatan RSUZA akan terus kita tingkatkan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUZA akan semakin tinggi untuk berobat,” ujarnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSUZA Banda Aceh kini menghadirkan layanan Bedah Endovaskular untuk kasus Peripheral Artery Desease. Layanan ini merupakan tindakan percutaneus tanpa sayatan pada kulit pasien.
Dengan adanya layanan ini pasien dengan kelainan penyempitan pembuluh darah di kedua kaki bisa diatasi dengan tindakan Percutaneus Transluminal Angioplasty (PTA) dengan menggunakan Drug Coated Ballon (DCB). 

Kepala Divisi Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular RSUZA dr. Yopie Afriandi Habibie, SpB.TKV-FIHA mengatakan, kasus Peripheral Artery Desease sering terjadi pada pasien Diabetes Mellitus, yang mengeluhkan nyeri hilang timbul di tungkai bawah dan bahkan sudah terjadi luka (ulkus) pada daerah kaki.

Tindakan pembedahan ini untuk melakukan revaskularisasi dengan membuka pembuluh darah yang mengalami penyempitan (stenosis) atau penyumbatan total (total oklusi), sehingga aliran darahnya menjadi lancar kembali. (Baca: Inovasi Baru; Kabar Gembira Bagi Pasien DM, RSUZA Kini Punya Layanan Bedah Endovaskular)

“Semoga layanan ini dapat membantu pasien-pasien DM yang sudah memiliki gejala dengan harapan dapat menurunkan angka amputasi kaki,” katanya kepada portalsatu.com, Jumat, 11 November 2016.[]