BANDA ACEH – Polling Center bekerja sama dengan Indonesia Coruption Watch (ICW), dan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mengadakan deseminasi hasil survei nasional antikorupsi, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Rabu, 26 Juli 2017. 

Dalam deseminasi tersebut dipaparkan beberapa data yang menyebutkan warga Aceh pesimis terhadap tren korupsi. Dari polling yang dilakukan secara acak itu mencuat hasil bahwa masyarakat Aceh menganggap korupsi terus merajalela di berbagai sektor. 

“Namun optimisme tentang keseriusan pemerintah untuk melawan korupsi meningkat,” ucap periset Polling Center, Frazna Fadilla, saat menyampaikan data yang dikumpulkan mulai April sampai Mei 2017 itu. 

Frazna menjelaskan data tersebut dikumpulkan secara acak dengan melibatkan 17 kabupaten dan 4 kota yang ada di Aceh. Sampel yang digunakan saat itu berasal dari beragam latar belakang pendidikan. Jumlah sampel mencapai 457 terpakai.

Dalam data tersebut juga dijelaskan masyarakat masih sangat percaya pada KPK untuk memberantas korupsi. Persepsi tersebut menurut Frazna bisa disebabkan berbagai hal, salah satunya adalah pengalaman dan media massa. 

“KPK terus menerima tingkat kepuasan yang tinggi untuk memberantas korupsi, sedangkan di peringkat kedua ada LSM yang juga dianggap punya andil dalam memberantas korupsi,” kata Frazna.[]