SINABANG – Dalam dua bulan terakhir para pedagang di Pajak Inpres Sinabang mengaku omset pendapatan mereka menurun drastis, barang dagangan terutama sayur mayur banyak yang layu dan akhirnya busuk.

Agian (46) salah seorang pedagang mengungkapkan, dirinya tidak tahu apa yang menyebabkan menurunya daya beli masyarakat di pasar inpres itu. Padahal harga barang dan komoditas yang dijualnya tidak mengalami kenaikan.

“Harganya masih normal, tidak ada kenaikan, untuk beragam jenis cabai, harganya masih antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Begitu juga dengan bawang putih masih antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan pedagang lainnya, Florida (29). Ia mengaku hanya mengambil keuntungan sekitar Rp 2.000 saja dari harga yang dipatok oleh pemasok berbagai komoditas dari Medan, Sumatera Utara.

“Kalau jual sayur sebenarnya memang begini-begini saya, saya hanya ambil keuntungan Rp 2.000 saja. Biasanya pasokan terganggu kalau cuaca buruk, kapal tidak berlayar, tapi dalam kondisi normal sekarang tingkat pembelian warga juga menurun,” ungkapnya. [MAG MJC: Syahrul Maulidin]