TAKENGON – Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara mengatakan, maraknya isu aliran sesat yang membuat masyarakat resah memerlukan antisipasi agar paham atau aliran yang tidak sesuai dengan agama Islam tersebut tidak terus berkembang.
Peran untuk menangkal berkembangnya aliran sesat juga diharapkan hadir dari dayah atau pesantren yang telah mengakar sebagai lembaga pendidikan agama Islam di tengah masyarakat.
Harapan tersebut terlontar dari Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara ketika menghadiri pertemuan rutin seluruh ulama dan pimpinan dayah ?di daerah tersebut, Rabu, 27 Januari 2016.
“Dayah memiliki peran sentral dalam mengantisipasi berkembangnya aliran yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam yang benar, hal ini dapat dilakukan dengan membekali santri maupun melalui sosialisasi yang dilakukan dalam mimbar-mimbar keagamaan,” ujar Khairul Asmara.
Khairul juga meminta dayah untuk memberi informasi kepada pemerintah daerah berkaitan dengan indikasi aliran yang menyimpang berikut solusi-solusi persuasif untuk mengatasinya.
“Setiap pertemuan yang dilakukan dayah hendaknya ada rekomendasi yang harus dilakukan atau ditempuh oleh pemerintah daerah maupun masyarakat berkaitan dengan dinamika kehidupan beragama,” ujar Khairul.
Sementara Ketua Himpunan Dayah Aceh Tengah, Teungku Adami mengatakan, sebulan sekali seluruh pimpinan dayah mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai perkembangan maupun permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kapolres Aceh Tengah AKBP. Dodi Rahmawan, Pasi Intel Kodim 0106 dan puluhan ulama dayah Kabupaten Aceh Tengah.[] (ihn)


