MEULABOH – Bupati Aceh Barat H. T. Alaidin kemarin menghadiri kegiatan khanduri laôt yang dibuat Lembaga Hukom Adat Laôt Kuala Bubon dan nelayan Gampông Lhok Bubon di Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Rabu, 27 Januari 2016.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan masyarakat setempat setahun sekali sebagai bentuk syukur kepada Allah atas rezeki yang didapatkan nelayan dari melaut. Bupati menyambut baik khanduri laôt yang dibuat warga tersebut.

“Kegiatan serupa memang sering diadakan di Kabupaten Aceh Barat,” ujar bupati yang akrab disapa Haji Tito itu.

Kenduri tersebut, kata Haji Tito, membuktikan Aceh Barat merupakan daerah yang berbudaya. Ia juga mengatakan, untuk menjaga kententeraman nelayan, perlu adanya peran Panglima Laôt yang tidak hanya sebagai lembaga adat.

“Namun juga sebagai penghubung antara nelayan dengan pemerintah serta menjadi lembaga peningkatan kesejahteraan para nelayan melalui kelompok usaha atau koperasi,” ujarnya.

Selain itu, Panglima Laôt juga berperan sebagai pemelihara dan pengawas terhadap ketentuan-ketentuan hukum adat dan adat laôt yang ditetapkan dalam duek pakat atau musyawarah Panglima Laôt.

“Panglima Laôt mengkoordinir dan mengawasi kegiatan penangkapan ikan di laut agar tidak menyalahi aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan, seperti pukat harimau,” ujarnya.

Ketika terjadi persengketaan nelayan atau berkaitan dengan pencarian rezeki di laut, Panglima Laôt juga berperan sebagai penengah serta menyelesaikan permasalahan tersebut.

Khanduri laôt ini biasanya ditandai dengan memasak kuah beulangong atau kari kambing/sapi, kemudian disantap bersama-sama.[](ihn/*sar)

Laporan Nurul Fahmi di Aceh Barat