LHOKSEUMAWE – Dayah Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif (ZQA) di Gampong Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, kembali mencetak generasi qurani.

Meraka adalah para hafidz dan hafidzah atau penghafal Al-Qur’an yang diwisuda di Dayah ZQA pada Ahad, 14 September 2025, termasuk seorang santriwan yang berhasil mengkhatamkan 30 juz.

Dalam wisuda berlangsung khidmat itu, Muhammad Khalis dikukuhkan sebagai hafidz 30 juz. Sementara Husnul Khatimah sebagai hafidzah 27 juz.

Santri lainnya telah menghafal antara 10 hingga 25 juz, menandai pencapaian signifikan dalam upaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

Surat Keterangan Mampu Baca Al-Qur’an 

Pimpinan Dayah ZQA, Teungku Sulaiman Daud, M.H., akrab disapa Teungku Lhokweng menegaskan, wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun motivasi dan semangat para santri untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Kami berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat kembali menghidupkan kebijakan lama, yaitu mewajibkan siswa memiliki surat keterangan mampu membaca Al-Qur’an dari balai pengajian sebelum melanjutkan ke jenjang SMP. Ini penting untuk membentuk generasi qurani sejak dini,” tegasnya.

[Project Manager MER-C Aceh Ira Hadiati mendapat kepercayaan menyerahkan ijazah kepada Husnul Khatimah sebagai hafidzah 27 juz dalam wisuda di Dayah ZQA Lhokseumawe pada Ahad, 14 September 2025. Foto: Istimewa]

Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, Dayah ZQA harus mendapat dukungan dari semua pihak terutama Pemko Lhokseumawe. “Agar Lhokseumawe bisa dikenal sebagai ‘Kota Al-Qur’an’, tempat tumbuhnya generasi yang mencintai dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ucap Ira Hadiati, S.H., Project Manager MER-C Aceh yang hadir pada acara wisuda tersebut.

Prosesi wisuda dilengkapi dengan peusijuek atau tepung tawar, serta pembacaan ikrar santri sebagai wujud komitmen mereka untuk menjaga hafalan dan menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal H. Isa, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe Sufri, S.Ag., M.M., dan Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja, Safriadi (mantan Camat Blang Mangat), sejumlah tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga-lembaga kemanusiaan dari dalam dan luar negeri.[](ril)