LHOKSEUMAWE – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (Suna) Lhokseumawe tidak hanya sekadar mencetak sarjana, tetapi juga merawat generasi penjaga kalam Ilahi dan membuka cakrawala dunia bagi mahasiswanya.

Sebagai bentuk penghargaan tertinggi bagi para penghafal Al-Qur’an, kampus ini membebaskan biaya kuliah bagi mahasiswa yang berhasil menghafal 30 juz.

Komitmen menyentuh ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN Suna Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., dalam ruang hangat Sapa Pers memperingati Milad ke-57 kampus setempat, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Prof. Danial, denyut nadi Al-Qur’an sangat terasa di kampus ini. Mayoritas mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir adalah para penghafal Al-Qur’an dengan capaian 10, 20, hingga 30 juz.

“Khusus mahasiswa yang hafal 30 juz Al-Qur’an, biaya kuliahnya digratiskan atau tidak perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan ini juga berlaku bagi mahasiswa yang memiliki prestasi nonakademik lainnya,” ujar Danial dengan penuh rasa syukur.

Kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bentuk penghormatan nyata kampus terhadap mahasiswa berprestasi sekaligus upaya mendorong lahirnya generasi qurani yang unggul secara akademik maupun moral.

Mengepak Sayap ke Thailand

Tidak hanya memperkuat akar spiritual, UIN Suna juga menuntun mahasiswanya melihat dunia luar. Setelah sukses menerbangkan mahasiswa untuk Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional di Malaysia pada tahun 2025 lalu, tahun ini kampus memperluas jangkauannya hingga ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Langkah besar ini diperkuat melalui kolaborasi dengan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM) lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) untuk program KPM dan magang.

“Tahun ini kita ingin memperluas khazanah keilmuan mahasiswa ke Thailand. Selain meningkatkan wawasan dan pengalaman internasional mahasiswa, program ini juga menjadi sarana mempromosikan kampus di tingkat global,” tutur Danial.

Mampu Membaca Al-Qur’an sebagai Syarat Kelulusan

Identitas sebagai “Kampus Peradaban” juga terus dirawat lewat penguatan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di setiap fakultas. Salah satu program menyentuh yang rutin berjalan adalah lantunan tahsin Al-Qur’an setiap hari Jumat di Fakultas Tarbiyah.

Bagi UIN Suna, kemampuan membaca Al-Qur’an adalah bekal hidup yang tidak boleh ditawar. Kampus menetapkan syarat bahwa setiap mahasiswa wajib lulus tes mengaji sebelum melangkah ke sidang skripsi.

“Mahasiswa wajib bisa mengaji sebelum mengikuti sidang skripsi. Jika belum memenuhi syarat tersebut, maka belum bisa dinyatakan lulus sidang. Ini merupakan standar minimal agar lulusan kita memiliki bekal ilmu agama yang kuat sebagai ciri khas kampus peradaban,” tegas Danial.

Melalui perpaduan ilmu dunia dan akhirat ini, Danial menaruh harapan besar agar alumni UIN Suna tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Setelah menyelesaikan pendidikan di kampus ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi pribadi yang sukses, baik sebagai pendidik, wirausahawan maupun di bidang lainnya dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” pungkas Prof. Danial. []