BANDA ACEH – Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Dr. Saiful Akmal, menilai debat final antarcapres pada Sabtu malam lalu terkesan tidak menarik. Dalam debat membahas tentang ideologi, pemerintahan, hubungan internasional dan pertahanan keamanan itu, menurut dia, kedua capres terlihat sangat hati-hati, sehingga tidak ada yang menarik dan inovatif dari debat pamungkas antarcapres ini.
“Bisa jadi tema yang cukup berat membuat kandidat sangat dan super hati-hati sehingga tema penting dan sensitif ini direspons secara normatif oleh kedua kandidat,” ujar Saiful Akmal kepada portalsatu.com, 1 April 2019.
Menurut Saiful Akmal, dalam bidang ideologi, kedua capres sepakat bahwa Pancasila adalah kesepakatan bersama yang bersifat final. Namun, keduanya tidak secara lebih jauh menjelaskan bahaya laten ideologi lain yang mengancam ideologi nasional khususnya dalam rangka kampanye saling tuduh. “Disparitas pendukung dan fragmentasi politik ideologi tidak dijelaskan,” katanya.
Dalam bidang pemerintahan, kata Saiful Akmal, Prabowo mengatakan bahwa dia akan memperkuat lembaga negara dan memperkecil permasalahan sistemik seperti korupsi dan peningkatan kualitas hidup pegawai negara. Sementara Jokowi sepakat bahwa penguatan SDM harus jadi prioritas dan kemudian pelayanan harus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman. “Misalnya dengan program DILAN – Digital Melayani – istilah gaul yang menargetkan pemilih milenial meski tidak menjamin bahwa secara substansial kemungkinan disparitas baru yang berefek kepada problem sosial dan transisi teknologi baru yang asosial terkadang,” ujarnya.
Di bidang hubungan internasional, Saiful Akmal melanjutkan, tidak ada juga terobosan baru. Keduanya dinilai miskin ide atau khawatir terhadap posisi Indonesia secara internasional. “Tidak ada respons spesifik dan strategik terhadap dunia baru yang semakin terbelah akibat meningkatnya terorisme, kebangkitan politik sayap kanan, peran bagi umat dunia dan bahkan umat Islam terhadap kasus-kasus global, selain Rohingya,” kata Saiful Akmal.
Menurut Saiful Akmal, di bidang pertahanan keamanan, strategi yang disampaikan kedua capres juga sangat umum.[]


